Minggu, 09 Mei 2010

Menaklukan MOnas....







Berkunjung ke sebuah tempat, yang untuk sebagian orang sangat biasa, tapi untukku sangat luar biasa "Monumen Nasional" . Mengapa begitu luar biasa?


1. Pertama kali aku ke tempat ini sewaktu SD kelas 1, kira2 tahun 1994. Saat itu ada agenda kunjungan sekolah. Dan karena kunjungan sekolah, ditambah pula hari sabtu antrian untuk ke puncak Monas sangatlah panjang, entah mungkin pada saat itu aku masih kecil jadi aku tak tahan untuk mengantri lama - lama, akhirnya aku (ditemani mamaku) memutuskan untuk keluar dari antrian kemudian naik tangga menuju ke cawannya saja. Sewaktu pulang saku sangat - sangat menyesal tidak sampai ke menara, karena teman2 ku bilang emasnya "GUede banged" dan mereka memegangya.


2. Kunjungan kedua ku sewaktu aku sudah lulus kuliah, kira2 tahun 2008. Pada saat itu aku dan 3 orang teman ku Achi dan Susi melakukan jalan - jalan mengelilingi Jakarta. Tujuan terakhir ke Monas, kira2 jam 14.30 kami sampai di sana. Mencari pintu msuk lumayan membuat stress, satu kali putaran mengelilingi "proyek mercusuar Soekarno" itu lumayan pusing. sampai kami temukan bagaimana cara masuknya, waktu telah menunjukkan pukul 15.00 yang berarti pengunjung sudah tidak bisa masuk *twing twing. Akhirnya kami pulang dengan hanya berfoto2 di halamannya. Penasaran naik 2 derajat untuk melihat ke-gedean emas.


3. My Hubby menyetujui ajakanku untuk sekali lagi mengunjungi tempat itu (2010), dengan target "Puncak Api Emas Monas". sampai di sana pukul 13.30, membeli tiket 2 kali, tiket pertama Rp. 2000 dan tiket yang kedua tiket untuk naik ke menara Rp. 7500. 1 lift untuk 1000 pengunjung naik dan turun, jadilah kami antri lift 1 1/2 jam-an. Ck,,ck,,ck,,, huffft (dumelan ketika antri). Antrian selesai, kami memasuki lift sampai lantai 3 (puncak Monas), dan ketika keluar lift ternyata ada antrian lagi, antrian untuk keluar/turun, Wuiiiiiih!!!.
Akhirnya sampai di puncak Jakarta, angin cukup kencang berhembus. Dengan membayar 2000 rupiah aku menggunakan teropong untuk melihat detil Kota Jakarta, tapi yah langit Jakarta sangat terbatas dengan jarak pandang yang tertutup polusi. Kemudian Ku cari2 sesuatu yg menjadi tujuan ku datang ke sini. Mana emasnya !!!!!!! ternyata tidak terlihat sama sekali, karena emas Monas dipagar hingga rapat. What? Jadi 16 tahun kemarin aku dibohongi anak kelas 1 SD!!!!.