Sabtu, 31 Maret 2012

Dini Hari

Masyaallah dahsyat banget deh ini kafein, jarang - jarang minum kopi, sekalinya minum ga bisa tidur ,,, pussing. Biasanya kan nempel bantal sebentar langsung pules, alias pelor -nempellangsungmolor- hehe hadeuh.

Alternatif pertama ambil leptop, buka fesbuk, liat2 wall orang (kurang kerjaan), ditemani alunan dengkuran si mas disamping, yang kalau didengar dari suara dengkurannya sepertinya cape banget, maklum doi habis jadi tuang ojek seharian ^_^, sambil berharap dalam hati, ayo dong ngantuuuuuk,.,,,, tik,,tok,,,tik,,,tok,,,,hix belum ngantuk juga.

Alternatif kedua, buka blog dan menumpahkan semua yang dirasakan dalam bentuk tulisan, kalau tiba - tiba tulisan langsung putus alias ilang berarti saya sudah tidur yah saudara - saudara.

Baiklah saya akan mulai cuhat.
Rasanya berbagai hal meloncat - loncat dalam otak saya beberapa minggu terakhir ini, sebetulnya sih sudah sedari beberapa bulan yang lalu tapi makin kesini loncatan - loncatan itu makin tinggi dan jumlahnya makin bertambah, membuat saya tidak sabar dan ingin sesegera mungkin merealisasikannya.
Hmm, ternyata saya tidak sekuat itu, semakin saya sering menjenguk orang tua, semakin kuat rasa saya untuk selalu dekat dan kembali tinggal di depok dekat dengan mereka (bukan tinggal di rumah mereka tetapi beli lagi rumah disana), ingin rasanya setiap hari melihat mereka, membersihkan debu dari lemari mereka, mengantar masakan perdana ku, mengantar anak - anakku setiap sore untuk bermain dengan mbahnya, mencium tangannya setiap hari, atau hanya untuk berdiam - diam sambil melihat tivi bersama.

Lalu apakah saya hanya menikmati rasa itu semua, oh tidak kami (saya n hubby) dah searching, muter - muter, ngubek - ngubek daerah depok dua timur demi mencari rumah yang sesuai dengan angan kami -baca dana-, dan hasilnya ,,, hmm belum ketemu, Allah masih mentakdirkan kami di sini. Sebetulnya mamah saya sangat senang jika kami bisa tinggal di rumahnya saja, tapi my hubby tak mau, beliau berfikir kita tidak akan pernah berkembang jika tinggal di rumah orang tua, yupz saya setuju.

Rabu, 07 Maret 2012

to : my mas bro.

untuk kakakku tersayang,

sungguh usiamu sudah tidak lagi muda, aku saja sudah hampir 27 tahun.
wajah dan postur tubuhmu memang imut, tapi lambat laun akan menyesuaikan dengan usia.
kakakku,
betapa hati ini sedih tatkala aku pulang ke rumah dan aku mendapati dirimu sedang merokok atau sedang terpaku di depan televisi.
sebuah pemandangan yang sangat tidak mengenakkan di usiamu yang sekarang
usia yang seharusnya sudah diwarnai dengan tawa riang anak dan istrimu
usia yang seharusnya sudah memikul tanggung jawab sebagi seorang suami

ah, kakakku
berkumpul tak jelas dengan teman - temanmu yang terkadang tidak jelas masih saja kau lakukan
kapan, kapan kau akan bekerja dengan penghasilan yang tetap
atau membuka usaha yang menunjukkan kesungguhanmu
kesungguhan yang seharusnya kau tunjukkan untuk Allah, calon istrimu dan keluarga mereka
entah apa yang sedang kau cari kakakku,,,

tahukah kau mamak selalu menteskan air mata diantara sujud malam panjangnya
selalu  dirimu yang diprioritaskan, seperti yang selalu bapak lakukan dulu sewaktu kita berempat masih kecil kecil.
karena kaulah dulu yang menjadi kebanggaannya tatkala kau mau masuk ke dalam pesantren sedangkan kita bertiga tidak.
kakakku, hingga saat ini kau masih menjadi kebanggaanku,
ayolah kita maju bersama
doaku selalu bersamamu.