Selasa, 23 Agustus 2011

mas arie ku

De…
saat dirimu menatap mataku dengan lembut
seakan berkata bahwa cintamu merupakan mahakarya indah penuh makna
yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
hanya bisa dirasakan dengan hati yang terdalam

De…
kau mampu memberiku warna yang berbeda di setiap sisi lemahku…
membuatku tertawa, tersenyum, dan lebih semangat menjalani hari-hariku bersamamu
kau juga memberiku rasa tenang, damai, dan juga cinta disampingmu
dengan segala kekuranganku

kau memang spesial di hatiku…
kau juga inspirasi di setiap langkah-langkahku…

De…
kau sungguh membuatku bersyukur karena memilikimu,
memberi sejuta rasa untuk menghargai cinta dan indahnya kehidupan





Ini adalah puisi yang suami kirimkan untuk ku via facebook massage dua tahun yang lalu. Pertama kali membaca puisi ini air mata saya berurai tak terbendung. Perasaan haru, senang, suka , ga percaya (karena dia bukan tipe lelaki pengirim puisi)  jadi satu saat itu.


Dan benar saja, ketika kutanyakan langsung kepadanya ternyata itu adalah puisi yang dia dapat dari internet, dan dia edit, namun tambahnya secara keseluruhan puisi itu benar - benar menggambarkan isi hatinya. Haha, mas ku terimakasih, aku tidak melihat bagaimana cara kamu membuatnya tetapi bagaimana niatmu untuk membahagiakan aku.


Arie S Budianto, itu nama suamiku. Pria yang menikahiku 2,5 tahun yang lalu, proses pernikahan kami berlangsung begitu cepat sampai kurasakan saat itu mungkin memang dia laki - laki yang Allah kirim untuk menjadi qowam ku di dunia. Mas Arie -begitu aku memanggilnya- adalah tipe laki - laki yang tidak banyak bicara, tidak pandai menyampaikan perasaan melalui tulisan ataupun lewat ucapan. Tetapi Begitu cekatan ketika ku memerlukan  sesuatu dan sangat tahu apa yang aku inginkan, tipe laki - laki yang banyak bertindak daripada banyak bicara. Mas Arie akan berusaha memberikan yang terbaik untuk ku, bukan maksud lebay, tetapi memang itulah faktanya, ketika dia melihat ku lelah seharian bekerja sampai aku ketiduran dan meninggalkan rendaman cucian, mas Arie gak segan - segan untuk mencuci bahkan menjemurnya. Ketika liburan di tempat ku bekerja tiba dan aku mulai merasa bosan di rumah, dia segera mencarikan ku modem internet tanpa perlu aku merengek - rengek memintanya. 


Tulisan ini aku buat ketika temanku sedang giat mengirimkan aku sms, yang berisi curhatan tentang bagaimana saat ini dia merasa sangat stres berada di dalam keluarganya, membaca  sms dari teman tentang kesemrawutan keluarganya, sebetulnya menjadi bahan untuk ku sendiri berkontemplasi.  Betapa bersyukurnya aku memilikinya. 

Mas, 
ditengah keterbatasan ku, keterbatasanmu, keterbatasan kita
berada disampingmu adalah sesuatu yang luar biasa









Senin, 22 Agustus 2011

Ikhtiar ku yang kesekian kali

Ini kali dokter ke tiga yang kami jadikan second opinion untuk masalah kandungan ku, nama dokternya Nina Martini di Rumah Sakit Hermina Grand Wisata, Bekasi Timur. Pertama mengunjungi beliau ternyata antriannya sangatlah panjang, waktu itu aku mendapat antrian ke 24, alhasil jam 9 malam aku baru mendapatkan waktu untuk berkonsultasi.
Usia pernikahan kami sudah menginjak tahun yang ke tiga, salah satu permasalahan dalam diriku adalah haidh tidak berjalan normal, terlebih akhir - akhir ini sempat empat bulan aku tidak haidh.

Hal pertama yang dilakukan oleh dr. Nina sebetulnya tidak jauh berbeda dengan dokter - dokter ku sebelumnya, yaitu USG transvaginal namun yang berbeda pada USG kali ini, beliau memperlihatkan hasil USG tidak hanya melalui  monitor USG tetapi juga mem - print nya dan menempelkan dalam buku perkembangan kesehatan ku. Dari hasil USG kali ini (ini juga yang belum pernah aku dengar sebelumnya) bahwa sel telur ku kecil - kecil dan beliau menjelaskan ini kemungkinan salah satu hal yang membuat haid ku tidak lancar. Namun tidak hanya sampai di situ, dr. Nina kemudian menyarankan untuk ku memeriksakan beberapa hormon ku ke Laboratorium. Karena siklus haid tidak lancar bisa juga salah satu penyebabnya karena tidak seimbangnya hormon yang ada di dalam tubuhku.
Seminggu kemudian aku kembali ke dr. Nina dengan membawa hasil Lab, dan benar saja beliau menganalisa bahwa ada yang tidak seimbang dalam beberapa hormon ku (aku lupa nama hormon yang tidak seimbang itu). Untuk solusi yang pertama beliau menyarankan sebelum kami mengikuti program kehamilan, adalah menormalkan terlebih dahulu siklus haidh ku dan beliau menyarankan untuk aku meminum pil KB (tuing - tuing pil KB ?*), beliau menjelaskan, meminum pil KB bisa mengatur siklus haidh yang sebelumnya tidak normal menjadi normal, sebetulnya dulu sewaktu tahun pertama menikah kami sempat disarankan oleh bidan yang masih kerabat dengan samiku untuk meminum pil Kb juga,  tetapi waktu itu aku tidak begitu ambil pusing karena masih tahun pertama menikah.

Pil Kb yang disarankan untuk diminum adalah jenis Yaz,

Pil KB ini menurut dr. Nina adalah Pil KB yang paling bagus, karena tidak menyebabkan badan bertambah besar atau kulit menjadi berjerawat. Harganya Rp. 180.000, Yaz terdiri dari 24 tablet drospirenone + ethinylestradiol yang berwarna pink, dan 4 tablet plasbo yang berwarna putih. Hingga saat ini sudah satu strip ku habiskan, dan diakhir pil yang ke 24 memang kemudian aku haidh. Semoga kedepannya berjalan lancar, namun sebetulnya aturan meminumnya masih sedikit membingungkan ku, karena dokter menyarankan untuk ku meminumnya di jam yang sama tetapi, aku seringakli lupa dan baru lagi meminumnya beberapa jam kemudian, aku belum berkonsultasi lagi apa akibatnya jika seperti itu.

Hmmmmm, semoga jalan ini tidak lama lagi aku jalani, ingin rasanya segera memiliki mahluk kecil itu. Bismillah, ini ikhtiarku ya Allah, Insya Allah aku tidak berputus asa dengan semua ini.

tentang keuangan


MATERI, kali ini bukan "materi" dalam hal pelajaran tapi "materi" dalam hal keuangan. Hm, pembaca yang budiman ketika seseorang sudah berumah tangga si "materi" merupakan salah satu tiang penyangga terpenting dalam bangunan rumah tangga (setuju kah anda?). Meskipun tidak semua orang setuju dengan hal ini, tapi saya rasa hampir sebagian besar wanita / istri setuju.

Tanpa materi yang halal, baik dan cukup hampir dipastikan perjalanan rumah tangga akan terseok seok bahkan dekat dengan ke kufuran, naudzubillah.
Pembaca, dengan jumlah pemasukan keuangan yang sama pada tiap keluarga perbulan, belum tentu dapat dipastikan semua mengeluarkan jumlah yang sama perbulannya, karena setiap keluarga memiliki pola pikir, selera dan prioritas yang berbeda tentang pengelolaan keuangannya. Tetapi keluarga Indonesia memiliki jumlah pengeluaran yang minimal yang rata - rata sama (bisa kita pukul rata dalam wacana ideal saya) :

Apakah saja pengeluaran rata - rata yang dikeluarkan oleh sebuah keluarga :
Yang pertama untuk makan sehari hari (menurut saya minimal Rp. 10.000 *sambil garuk2 kepala segitu dapet apa ya), yang kedua sekolah anak, biaya masuk sekolah Islam Terpadu  yang bagus saat ini SD saja sudah 10 juta, kalau 4 anak sudah 40 juta (haaa, urut dada) semoga nanti pas anak saya lahir sekolah negeri bagus sudah menjamur. Ketiga kebutuhan kendaraan, kalau anak saya sudah berjumlah 4 naik motor bebek suami saya tentulah tidak memungkinkan, pastinya akan ada dua nyawa yang dikorbankan tidak diajak ketika hendak pergi silahturahmi ataupun mengantar sekolah, karena satu motor maksimal hanya muat 4 orang, itupun yang dua orang haruslah berusia dibawah 6 tahun. Berarti konsekuensi logis dari memiliki anak lebih dari dua adalah memiliki mobil, untuk mobil tak apa - apalah jika hanya memiliki yang berkisar harga 40 juta. Yang keempat, yang seharusnya berada di nomor satu adalah rumah, harga rumah saat ini tahun 2011 dengan tipe 21 /72 dipinggiran kota Jakarta masih bisa dijangkau dengan harga 60 juta, jika dicicil Rp. 400.000/bulannya itu yang termurah.
Belum lagi ditambah kebutuhan ini itu, seperti kebutuhan pakaian yang terus bertambah seiring bertambahnya berat badan suami istri, atau bertambahnya usia anak yang tidak mungkin bisa dibendung, gadget untuk menunjang profesionalisme suami / istri, belum lagi les mengaji, bahasa asing, melukis, kumon dan les les lainnya untuk 4 orang anak, juga yang gak ketinggalan mpok tukang cuci yang juga harus dibayar.
Hm, hitung - hitungan manusia yang rasanya begitu sulit dan memusingkan untuk dicapai, dan suamiku hanyalah seorang karyawan dengan golongan biasa - biasa saja di sebuah perusahan logam di Jakarta, dan saat ini beliau sedang giat - giatnya ikut dalam organisasi yang rasa - rasanya tidak memungkin beliau untuk naik golongan.

Yah apapun itu, Insya Allah kami yakin sekali dengan Dia, sang Maha Pengatur, D best creator.


"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3)


Berikut ada beberapa tips , yang saya copy dari ahlinya keluargacerdas.com untuk mengatur keuangan keluarga :

10 Tips Kelola Uang Keluarga
Written by Desy Widjaja
Monday, 19 May 2008
  1. Prioritas pertama dan terpenting: lunasi hutang konsumtif Anda sesegera mungkin. Lebih cepat lebih baik.
  2. Cek pos pengeluaran cicilan hutang, apakah besarnya <=30%? Jika lebih, artinya beban hutang Anda terlalu berat dan beresiko tidak terbayar.
  3. Prioritas ke-2, menabung minimal 10% dari penghasilan. Lebih tinggi lebih baik.
  4. Jangan terlalu banyak menempatkan uang Anda dalam tabungan. Setelah pos Dana Darurat yaitu sebesar 5-6x pengeluaran bulanan terpenuhi, berinvestasilah !!
  5. Ingat, lifesytle = expense. Ingin tahu apakah gaya hidup Anda sudah sesuai dengan penghasilan? Cek pos pengeluaran rutin dan non-rutin Anda. Jika tidak sesuai, lakukan pemangkasan pengeluaran sekarang juga.
  6. Be a smart shopper ! Berpikirlah 10x sebelum Anda mengeluarkan uang. Apakah benar-benar perlu dan sesuai kebutuhan ? Apakah barang yang saya beli termasuk produktif atau konsumtif ?
  7. Saat yang tepat untuk berbelanja adalah saat barang yang anda butuhkan sedang sale/discount di toko. Namun harus diingat yang terpenting, itu adalah barang yang memang Anda butuhkan dan sudah dianggarkan ! Dengan demikian Anda dapat saja melewati toko yang sedang sale besar-besaran tanpa harus masuk dan berbelanja jika tidak sedang membutuhkan apa-apa.
  8. Jangan abaikan pengeluaran-pengeluaran yang bersifat sepele dan berjumlah kecil tetapi teratur/sering. Tanpa sadar, jika ditotal selama sebulan ternyata jumlahnya tidak sedikit dan cukup menguras kantong kita. Hal ini harus dihilangkan.
  9. Penting untuk diingat, kartu kredit bukanlah extra money. Jika menggunakan kartu kredit, pastikan bahwa memang uang untuk membayar tagihan sudah ada dalam budget Anda. Dengan begitu, pasti dapat Anda penuhi tepat waktu.
  10. Tantangan terbesar dalam mengelola keuangan keluarga adalah memperkecilexpense (menyederhanakan lifesytle) dan memperbesar income anda. Jika hal ini dapat dilakukan secara konsisten dan disiplin, niscaya keberhasilan mengelola keuangan keluarga Anda dengan mudah akan terwujud
Mari kita sama - sama mencoba tips ini, semoga keluarga ideal akan terbentuk dalam keluarga kita melalui perencanaan keuangan yang baik. Dan ketika kita sudah menghitung - hitung berapa pendapatan dan pengeluran kita, jangan pernah abaikan Dia, karena hitung - hitungNya sangat luar biasa dan takkan pernah terjangkau oleh manusia.