Basicly saya termasuk seorang introvert, ketika remaja dulu saya malas keluar rumah,
sangat menikmati yang namanya sendiri di kamar, mencorat coret buku yang saya sebut
diary sambil dengerin radio, merubah – rubah posisi isi kamar, pencet –pencet
hp dan kalau keluar rumah juga lebih senang sendiri, makan bakso sendiri, ke
toko buku sendiri jalan – jalan di mall
lihat – lihat baju sendiri (kasian banget ya), tapi bukan bearti saya tidak
punya teman, memang sih teman saya hanya sedikit bisa dihitung oleh jari hehe
(tambah kasian ya), jadi kalau teman saya yang sedikit itu kebetulan tidak bisa
diajak jalan, biasanya saya tidak akan ambil pusing ya jalan saja sendiri.
Jadi proses sosialisasi tidak sempurna saya lakukan ketika
masa – masa remaja, terutama dengan lingkungan sekitar rumah.
Ternyata efek dari semua itu sangat saya rasakan sekarang
ini, ketika saya sudah berumah tangga dan memiliki rumah sendiri, mau tak mau
saya menjadi bagian dari masyarakat seutuhnya tidak lagi berada di bawah nama
besar orang tua, apa lagi tempat tinggal saya dan suami sekarang cukup jauh
dari rumah orang tua, jadi benar – benar kami lakukan dan mulai sendiri dengan
nama baik kami sendiri yang harus kami jaga. Keluar dari tempurung yang bernama
“introvert” tidaklah mudah, apalagi saya saat ini adalah wanita bekerja yang
setiap harinya senin sampai dengan sabtu harus meninggalkan rumah mulai pukul
tujuh pagi sampai pukul lima sore. Yang berarti waktu saya untuk bersosialisasi
dengan tetangga juga belum bisa maksimal, ketika hari minggu adalah waktu untuk
keluarga terkadang penuh padat untu acara arisan keluarga, mengunjungi orang
tua, mengunjungi mertua, atau mengurusi hal – hal yang tidak sempat dilakukan
pada hari kerja, tetangga saya pun pada hari minggu punya agenda keluarga
masing – masing, yah jadinya begitu deh.
“Gagap nenangga” mungkin itu istilah untuk keadaan saya
sekarang ini, meskipun mungkin mereka paham tentang kondisi yang bekerja jadi
tidak bisa maksimal “nenagga”, dan
forum – forum kumpul tetap saya coba datangi seperti arisan Rt di hari minggu,
atau kalau pulang mengajar dan kebetulan dekat rumah sedang ada ibu – ibu
“ngumpul” saya coba sempatkan bergabung sebentar, tetapi dengan alasan ingin mandi
dan memasak saya kemudian pamit, hehe
padahal lebih kepada males (gak beres banget yakz saya).
Sekarang saya masih menikmati masa - masa sendiri itu, saat pulang mengajar daripada ngobrol - ngobrol gak jelas sama tetangga yang pada akhirnya hanya membicarakan orang lain bukannya lebih enak kalau duduk di kursi sambil menikmati serial korea, ahaha (introvert voice).
