Sabtu, 31 Desember 2011

Refleksi

Bukan tanpa perjuangan kita bisa sampai di sini, di hari ini.
Saya tahu Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa.
Seperti dua tahun lalu, saat kita sama - sama gigit jari karena hidup di rumah orang tua.
Berangan seperti orang - orang kebanyakan.
Ha, seperti orang kebanyakan ?
Ya, bukankah hidup hasil memotret orang lain, yang kemudian kita saring untuk diambil gambar terbaiknya
kemudian dijadikan jalan hidup sendiri ?

Angan kita dua tahun yang lalu bukan hanya hayalan tanpa arti,
Tapi mimpi juga sekaligus doa,
Menuliskannya dalam coretan kertas menjelang tidur,
Coret - coretan kecil yang selalu kubaca dan ku mohonkan setelah selesai sholat dalam doa
Dan Dia Sang Maha, Yang Maha Tahu,
Yang memilah coret - coretan kita,
Memilihkan yang terbaik untuk kita

Terimakasih ya Rabb
Terimakasih telah membantu saya mewujudkan mimpi - mimpi masa muda dahulu
dengan mengirimkan seseorang yang punya mimpi sama,
Aku melihat kerja kerasnya membangun semuanya

Hari ini awal tahun 2012,
Ada satu mimpi yang akan saya terus tulis
selain mimpi - mimpi kita yang lain
Hingga Dia berkenan mengabulkannya dengan indah.

 Refleksi awal tahun.

Sabtu, 17 Desember 2011

have i ?

Apakah kamu bisa melihat siapa saja teman sejatimu???
iya, sy bisa melihat dan merasakannya ketika menghadapi sebuah masalah
.
Tulisan di atas sebetulnya saya dapatkan dari status seorang teman di facebook. Kena, yups kena banget untuk 'kondisi' ku saat ini. Untuk keadaan ku yang sedang 'terdampar' di tempat baru, waktu yang sudah berjalan satu tahun buat ku masih saja merupakan keadaan baru. Terkadang rasa gundah muncul, ketidaknyamanan, merasa anak baru yang mesti harus belajar, merasa paling stupid sedunia, merasa sendiri, merasa tidak ditemani dan rasa - rasa lain yang sangat tidak mengenakkan dan harus selalu ada dalam sebuah proses yang disebut adaptasi.

Jumat, 16 Desember 2011

Fathan Abdurrahman

Fathan, begitu teman - temannya memanggil. Saat ini kelas 2 SD, memiliki kulit putih, berbadan kecil dibandingkan teman - teman seusianya, rambut yang tak pernah kuperhatikan gondrong ,otak yang sangat cemerlang. Hmmm, UNIK, adalah gambaran awal saya ketika pertama kali kami bertemu dan resmi menjadi guru dan murid.

Mengapa saya harus menulis tentang anak ini di blog saya?//. Dibawah ini adalah fakta tentang Fathan Abdurrahman yang membuat saya jatuh cinta kepadanya :

Pertama, pada awal semester pertama sebetulnya saya seringkali dibuat kesal dengan ulahnya yang sedikit semaunya, asik dengan dunia sendiri, seringkali bergelut seru dengan pinsil, penghapus dan peralatan tulisnya ketika aku sedang menjelaskan di depan kelas. Ketika saya tegur, saya fikir dia akan merasa takut atau apa, tetapi ternyata dia malah tersenyum dengan sangat manis kemudian meletakkan semua 'mainannya' dan memperhatikan saya, meskipun itu tidak berlangsung lama yang kemudian dia asyik kembali tenggelam dalam dunianya, nyatanya saya tidaklah bisa marah, senyum manisnya yang sepertinya adalah senjata penangkal amarah saya.

Kedua, Otak anak ini sangatlah cemerlang, setiap ulangan dia selalu hampir mencapai nilai sempurna -kecuali bahasa indonesia (menulis) dan SBK (musik)-.  Hampir, ya hampir,  kesalahnnya hanya  karena dia terkadang tidak memperhatikan ketika saya sedang menjelaskan dan ketidaktelitian (ini yang terkadang membuat aku jengkel dan gemes).

Ketiga, ada beberapa kejadian 'lucu' tentang anak ini. Ketika pelajaran IPS saya memintanya untuk menuliskan pengalaman menyenangkan dan pengalaman menyedihkan yang pernah dialami. Penglaman menyenangkan dia tulis dengan sangat baik dan lancar, kemudian ketika teman - teman yang lain selesai dan mengumpulkan hasil tulisannya, ternyata anak ini tidak juga mengumpulkan, ketika kutanyakan ternyata dia tidak mengerti dengan apa itu 'pengalaman menyedihkan', saya mencoba menjelaskan kembali dan dia tetap berkata tidak mengerti. Padahal saya coba menjelaskan dengan bahasa yang sangat sederhana sekali, setelah 'berdebat' cukup lama dengannya akhirnya dia menuliskan sebuah pengalaman menyedihkan yang pernah dialaminya. Ah anak ini, apakah selama ini hanya ada kata menyenangkan dalam hatinya, oh betapa bahagianya dia. Maaf ya nak, ibu memasukkan kata 'pengalaman menyedihkan' dalam memori otak mu.

Suatu pagi di kelas ketika pekerjaan sedang banyak - banyak nya yang harus saya selesaikan segera, dia tiba - tiba berkata " bu Zahro, bundaku suka senyum " lengkap dengan senyum manisnya. "oh ya,,,," jawab saya. Tuing ... tuing ... ternyata pagi itu saya memasang wajah tidak bersahabat dengan anak - anak, apakah dia mengingatkan agar saya tersenyum ? ah Fathan.
Fathan dengan senyum kerennya
Dan banyak lagi pengalaman menyenangkan saya  dengan anak yang satu ini, saya yakin suatu hari dia akan menjadi orang hebat untuk negara Indonesia.


Senin, 05 Desember 2011

Mencair

Es krim ini tidak bisa menunggu lama, tapi mencair dengan cepat. Seperti hati ku kali ini, yang tidak bisa menunggu dirimu terlalu lama. Cepatlah, bukankah es krim ini lebih nikmat jika kita nikmati dalam keadaan beku ?.

Rabu, 14 September 2011

menunggu

Pukul 21.05
Kamu belum juga pulang mas. Dan meskipun aku tahu kamu kemana sampai pulang terlambat malam ini tapi aku tetap saja resah. Rasa resah yang sama dalam dua hari ini ku rasakan ketika kamu akan berangkat kerja dan meninggalkan aku di rumah yang sedang bersiap untuk berangkat mengajar (tnyata sensisitif mau datang bulan).
Aku memang kehilangan momen itu, momen dimana setiap pagi aku bisa memeluk pinggang mu erat sambil menceritakan kelucuan murid - murid ku, segala macam aneka ragam sifat orang tua murid, bagaimana kehabatan teman - teman seperjuangan di sekolah ku, bagaimana atraktifnya tetangga kita, keadaan masjid kompleks atau lainnya cerita - cerita yang tidak sempat aku bagi ketika menjelang tidur. Aku begitu rindu dengan semua itu mas, rindu dengan kekacauan dipagi hari karena kamu harus antar aku dahulu ke sekolah sehingga pagi pagi benar kita harus sudah berangkat, rindu membeli sarapan bersama, rindu sampai disekolah ku pagi sekali sampai seringkali aku datang berbarengan dengan bapak satpam. Aku rindu tawa bersama kita di atas motor tuamu setiap pagi.

Malam ini kamu pulang terlambat mas, dan fikiran ku melayang kemana mana, seperti tulisan ini yang juga tak jelas ingin bercerita tentang apa. 
Yah saat ini aku sudah bisa mengendarai motor sendiri, jadi kamu tidak perlu repot - repot mengantar ku ke sekolah pagi pagi sekali, aku pun sebetulnya bisa lebih santai mengerjakan yang lain dipagi hari.
Tapi air mata ini tidak berhenti menetes kalau aku mengingat semua itu, terima kasih mas telah menjadi seseorang yang paling peduli untuk ku, laki - laki ku, imam ku. i love u.

Senin, 05 September 2011

menantu vs mertua

Mendapati curhatan dari teman yang bercerita tentang bagaimana hubungannya yang tidak baik dengan mertuanya. Isak tangisnya menandakan kalau dia begitu tertekan dengan masalah yang ada di dirinya.
Dilain pihak aku juga sedang mendengar bagaimana seorang ibu sedang bercerita tentang menantu wanitanya yang dirasakan sikapnya sangat tidak patut  terhadap dirinya, wajah teduh itu bercerita sambil menahan air mata yang ku kira tak tahan untuk dia simapan sendiri.

Hmmm, dan banyak lagi cerita lain yang sering ku dengar tentang ini, dari teman, tetangga, saudara bahkan aku pernah berkenalan dengan seseorang  di sebuah rumah sakit tiba2 dia bercerita tentang ini juga.
 Apakah seorang menantu dan mertua tidak bisa rukun ?
 Apakah sejarah hubungan yang tidak mengenakkan ini akan terus berulang ?
Jika jawabannya iya, maka aku tidak setuju. Aku wanita yang telah menikah, masih memiliki dua orang tua lengkap dan memiliki dua orang tua mertua yang lengkap pula. Tahun ini tahun ke 3 usia pernikahanku, alhmadulillah hingga saat ini tidak ku rasakan adanya keretakan dalam hubungan ku dengan mertua ku.
Teman ku diatas aku tahu persis bukanlah seorang wanita yang macam - macam, dan ibu diatas juga sudah ku kenal sangat baik bukan tipe wanita bawel yang suka mengatur ini itu. Kemudian masalahnya apa ? yang aku tangkap semua ini bermuara pada satu hal yaitu PERASAAN. "habis perasaan mertua ku itu selalu memasang tampang jutek di depan ku", "habis menantu ibu perasaan suka bersikap kasar ", dan beberapa cerita lain yang juga menggunakan perasaan. Semua perasaan buruk itu muncul  ketika kehidupan bersama mereka sudah lebih dari saru tahun. Ketika masing - masing pada akhirnya sudah tidak bisa saling bertoleransi satu sama lain atas kekurangan diri masing - masing. Hal ini tentunya berbeda dalam hubungan suami istri ataupun antara anak kandung dengan orang tua kandung.

Setiap menantu yang memiliki sikap sebaik apapun, ataupun seorang mertua yang memiliki sikap sesabar apapun pasti akan terjebak pada situasi ini jika hidup dalam satu atap dalam kurun waktu lebih dari 1 atau dua tahun. Karena setiap manusia memiliki kekurangan mengenai sikapnya dan ini akan sulit ditoleransi jika dilakukan terus menerus,  dan setiap manusia juga memiliki limit kesabaran, dan hanya orang - orang yang terpilihlah yang tidak akan masuk ke dalam lubang gelap hubungan mertua dan menantu.

Ada beberapa tips yang aku rasa cukup ampuh untuk menangkal dari penyakit yang seringakali menjangkiti menantu dan mertua :
1. Cepatlah tinggal mandiri selepas menikah.
Biasanya selepas penikahan orang tua akan menawarkan untuk tinggal bersama,  hal ini sebenarnya merupakan ketidaksiapan orang tua untuk ditinggal oleh anaknya ataupun tidak tega melihat anaknya yang belum mapan ( belum  memiliki rumah sendiri ) untuk mengontrak. Hal ini sebetulnya bisa - bisa saja, tetapi pasangan suami istri harus memiliki target tidak lebih dari satu tahun tinggal bersama orang tua, hal ini yang  terkadang para pasangan terlupa, terlena dengan fasilitas orang tua. Yang pada akhirnya hanya menampakkan kekurangan kita untuk bisa hidup mandiri, hal ini pada akhirnya akan memunculkan minus point dari pasangan suami istri di depan orang tua.
2. Jika sudah terlanjur tinggal bersama orang tua , maka segeralah keluar walaupun fasilitas yang kita miliki sangat minim. Tentu saja hal ini dibicarakan baik - baik terlebih dahulu dengan orang tua, dan ingat pembicaraan ini bukan untuk mengambil keputusan tetapi tata krama yang tidak akan mempengaruhi keputusan kita untuk pindah dari rumah orang tua.
3. Jalin hubungan yang baik dengan mengunjungi orang tua minimal satu bulan sekali, tidak salah ini juga dilakukan oleh orang tua kepada anaknya.
4. Berusaha menjadi pendengar yang baik untuk semua curhatan mereka, sambil berusaha memberikan solusi semampu kita.
5. Perhatikan apa yang mereka butuhkan dan berusaha semampu kita untuk membantu melengkapinya.
6. Pupuk selalu sikap sabar, karena bagaimana pun mertua merupakan orang tua kita juga yang tidak kalah pahalanya dengan ketika kita memuliakan orang tua kandung sendiri.

Sahabat, percaya tidak jarak adalah obat yang paling mujarab. Dalam jarak ada kerinduan, dalam jarak ada kehilangan yang menyebabkan kebutuhan, dalam jarak ada cinta yang diharapkan.
 Deretan huruf tidak akan ada makna tanpa spasi

Selasa, 23 Agustus 2011

mas arie ku

De…
saat dirimu menatap mataku dengan lembut
seakan berkata bahwa cintamu merupakan mahakarya indah penuh makna
yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
hanya bisa dirasakan dengan hati yang terdalam

De…
kau mampu memberiku warna yang berbeda di setiap sisi lemahku…
membuatku tertawa, tersenyum, dan lebih semangat menjalani hari-hariku bersamamu
kau juga memberiku rasa tenang, damai, dan juga cinta disampingmu
dengan segala kekuranganku

kau memang spesial di hatiku…
kau juga inspirasi di setiap langkah-langkahku…

De…
kau sungguh membuatku bersyukur karena memilikimu,
memberi sejuta rasa untuk menghargai cinta dan indahnya kehidupan





Ini adalah puisi yang suami kirimkan untuk ku via facebook massage dua tahun yang lalu. Pertama kali membaca puisi ini air mata saya berurai tak terbendung. Perasaan haru, senang, suka , ga percaya (karena dia bukan tipe lelaki pengirim puisi)  jadi satu saat itu.


Dan benar saja, ketika kutanyakan langsung kepadanya ternyata itu adalah puisi yang dia dapat dari internet, dan dia edit, namun tambahnya secara keseluruhan puisi itu benar - benar menggambarkan isi hatinya. Haha, mas ku terimakasih, aku tidak melihat bagaimana cara kamu membuatnya tetapi bagaimana niatmu untuk membahagiakan aku.


Arie S Budianto, itu nama suamiku. Pria yang menikahiku 2,5 tahun yang lalu, proses pernikahan kami berlangsung begitu cepat sampai kurasakan saat itu mungkin memang dia laki - laki yang Allah kirim untuk menjadi qowam ku di dunia. Mas Arie -begitu aku memanggilnya- adalah tipe laki - laki yang tidak banyak bicara, tidak pandai menyampaikan perasaan melalui tulisan ataupun lewat ucapan. Tetapi Begitu cekatan ketika ku memerlukan  sesuatu dan sangat tahu apa yang aku inginkan, tipe laki - laki yang banyak bertindak daripada banyak bicara. Mas Arie akan berusaha memberikan yang terbaik untuk ku, bukan maksud lebay, tetapi memang itulah faktanya, ketika dia melihat ku lelah seharian bekerja sampai aku ketiduran dan meninggalkan rendaman cucian, mas Arie gak segan - segan untuk mencuci bahkan menjemurnya. Ketika liburan di tempat ku bekerja tiba dan aku mulai merasa bosan di rumah, dia segera mencarikan ku modem internet tanpa perlu aku merengek - rengek memintanya. 


Tulisan ini aku buat ketika temanku sedang giat mengirimkan aku sms, yang berisi curhatan tentang bagaimana saat ini dia merasa sangat stres berada di dalam keluarganya, membaca  sms dari teman tentang kesemrawutan keluarganya, sebetulnya menjadi bahan untuk ku sendiri berkontemplasi.  Betapa bersyukurnya aku memilikinya. 

Mas, 
ditengah keterbatasan ku, keterbatasanmu, keterbatasan kita
berada disampingmu adalah sesuatu yang luar biasa









Senin, 22 Agustus 2011

Ikhtiar ku yang kesekian kali

Ini kali dokter ke tiga yang kami jadikan second opinion untuk masalah kandungan ku, nama dokternya Nina Martini di Rumah Sakit Hermina Grand Wisata, Bekasi Timur. Pertama mengunjungi beliau ternyata antriannya sangatlah panjang, waktu itu aku mendapat antrian ke 24, alhasil jam 9 malam aku baru mendapatkan waktu untuk berkonsultasi.
Usia pernikahan kami sudah menginjak tahun yang ke tiga, salah satu permasalahan dalam diriku adalah haidh tidak berjalan normal, terlebih akhir - akhir ini sempat empat bulan aku tidak haidh.

Hal pertama yang dilakukan oleh dr. Nina sebetulnya tidak jauh berbeda dengan dokter - dokter ku sebelumnya, yaitu USG transvaginal namun yang berbeda pada USG kali ini, beliau memperlihatkan hasil USG tidak hanya melalui  monitor USG tetapi juga mem - print nya dan menempelkan dalam buku perkembangan kesehatan ku. Dari hasil USG kali ini (ini juga yang belum pernah aku dengar sebelumnya) bahwa sel telur ku kecil - kecil dan beliau menjelaskan ini kemungkinan salah satu hal yang membuat haid ku tidak lancar. Namun tidak hanya sampai di situ, dr. Nina kemudian menyarankan untuk ku memeriksakan beberapa hormon ku ke Laboratorium. Karena siklus haid tidak lancar bisa juga salah satu penyebabnya karena tidak seimbangnya hormon yang ada di dalam tubuhku.
Seminggu kemudian aku kembali ke dr. Nina dengan membawa hasil Lab, dan benar saja beliau menganalisa bahwa ada yang tidak seimbang dalam beberapa hormon ku (aku lupa nama hormon yang tidak seimbang itu). Untuk solusi yang pertama beliau menyarankan sebelum kami mengikuti program kehamilan, adalah menormalkan terlebih dahulu siklus haidh ku dan beliau menyarankan untuk aku meminum pil KB (tuing - tuing pil KB ?*), beliau menjelaskan, meminum pil KB bisa mengatur siklus haidh yang sebelumnya tidak normal menjadi normal, sebetulnya dulu sewaktu tahun pertama menikah kami sempat disarankan oleh bidan yang masih kerabat dengan samiku untuk meminum pil Kb juga,  tetapi waktu itu aku tidak begitu ambil pusing karena masih tahun pertama menikah.

Pil Kb yang disarankan untuk diminum adalah jenis Yaz,

Pil KB ini menurut dr. Nina adalah Pil KB yang paling bagus, karena tidak menyebabkan badan bertambah besar atau kulit menjadi berjerawat. Harganya Rp. 180.000, Yaz terdiri dari 24 tablet drospirenone + ethinylestradiol yang berwarna pink, dan 4 tablet plasbo yang berwarna putih. Hingga saat ini sudah satu strip ku habiskan, dan diakhir pil yang ke 24 memang kemudian aku haidh. Semoga kedepannya berjalan lancar, namun sebetulnya aturan meminumnya masih sedikit membingungkan ku, karena dokter menyarankan untuk ku meminumnya di jam yang sama tetapi, aku seringakli lupa dan baru lagi meminumnya beberapa jam kemudian, aku belum berkonsultasi lagi apa akibatnya jika seperti itu.

Hmmmmm, semoga jalan ini tidak lama lagi aku jalani, ingin rasanya segera memiliki mahluk kecil itu. Bismillah, ini ikhtiarku ya Allah, Insya Allah aku tidak berputus asa dengan semua ini.

tentang keuangan


MATERI, kali ini bukan "materi" dalam hal pelajaran tapi "materi" dalam hal keuangan. Hm, pembaca yang budiman ketika seseorang sudah berumah tangga si "materi" merupakan salah satu tiang penyangga terpenting dalam bangunan rumah tangga (setuju kah anda?). Meskipun tidak semua orang setuju dengan hal ini, tapi saya rasa hampir sebagian besar wanita / istri setuju.

Tanpa materi yang halal, baik dan cukup hampir dipastikan perjalanan rumah tangga akan terseok seok bahkan dekat dengan ke kufuran, naudzubillah.
Pembaca, dengan jumlah pemasukan keuangan yang sama pada tiap keluarga perbulan, belum tentu dapat dipastikan semua mengeluarkan jumlah yang sama perbulannya, karena setiap keluarga memiliki pola pikir, selera dan prioritas yang berbeda tentang pengelolaan keuangannya. Tetapi keluarga Indonesia memiliki jumlah pengeluaran yang minimal yang rata - rata sama (bisa kita pukul rata dalam wacana ideal saya) :

Apakah saja pengeluaran rata - rata yang dikeluarkan oleh sebuah keluarga :
Yang pertama untuk makan sehari hari (menurut saya minimal Rp. 10.000 *sambil garuk2 kepala segitu dapet apa ya), yang kedua sekolah anak, biaya masuk sekolah Islam Terpadu  yang bagus saat ini SD saja sudah 10 juta, kalau 4 anak sudah 40 juta (haaa, urut dada) semoga nanti pas anak saya lahir sekolah negeri bagus sudah menjamur. Ketiga kebutuhan kendaraan, kalau anak saya sudah berjumlah 4 naik motor bebek suami saya tentulah tidak memungkinkan, pastinya akan ada dua nyawa yang dikorbankan tidak diajak ketika hendak pergi silahturahmi ataupun mengantar sekolah, karena satu motor maksimal hanya muat 4 orang, itupun yang dua orang haruslah berusia dibawah 6 tahun. Berarti konsekuensi logis dari memiliki anak lebih dari dua adalah memiliki mobil, untuk mobil tak apa - apalah jika hanya memiliki yang berkisar harga 40 juta. Yang keempat, yang seharusnya berada di nomor satu adalah rumah, harga rumah saat ini tahun 2011 dengan tipe 21 /72 dipinggiran kota Jakarta masih bisa dijangkau dengan harga 60 juta, jika dicicil Rp. 400.000/bulannya itu yang termurah.
Belum lagi ditambah kebutuhan ini itu, seperti kebutuhan pakaian yang terus bertambah seiring bertambahnya berat badan suami istri, atau bertambahnya usia anak yang tidak mungkin bisa dibendung, gadget untuk menunjang profesionalisme suami / istri, belum lagi les mengaji, bahasa asing, melukis, kumon dan les les lainnya untuk 4 orang anak, juga yang gak ketinggalan mpok tukang cuci yang juga harus dibayar.
Hm, hitung - hitungan manusia yang rasanya begitu sulit dan memusingkan untuk dicapai, dan suamiku hanyalah seorang karyawan dengan golongan biasa - biasa saja di sebuah perusahan logam di Jakarta, dan saat ini beliau sedang giat - giatnya ikut dalam organisasi yang rasa - rasanya tidak memungkin beliau untuk naik golongan.

Yah apapun itu, Insya Allah kami yakin sekali dengan Dia, sang Maha Pengatur, D best creator.


"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3)


Berikut ada beberapa tips , yang saya copy dari ahlinya keluargacerdas.com untuk mengatur keuangan keluarga :

10 Tips Kelola Uang Keluarga
Written by Desy Widjaja
Monday, 19 May 2008
  1. Prioritas pertama dan terpenting: lunasi hutang konsumtif Anda sesegera mungkin. Lebih cepat lebih baik.
  2. Cek pos pengeluaran cicilan hutang, apakah besarnya <=30%? Jika lebih, artinya beban hutang Anda terlalu berat dan beresiko tidak terbayar.
  3. Prioritas ke-2, menabung minimal 10% dari penghasilan. Lebih tinggi lebih baik.
  4. Jangan terlalu banyak menempatkan uang Anda dalam tabungan. Setelah pos Dana Darurat yaitu sebesar 5-6x pengeluaran bulanan terpenuhi, berinvestasilah !!
  5. Ingat, lifesytle = expense. Ingin tahu apakah gaya hidup Anda sudah sesuai dengan penghasilan? Cek pos pengeluaran rutin dan non-rutin Anda. Jika tidak sesuai, lakukan pemangkasan pengeluaran sekarang juga.
  6. Be a smart shopper ! Berpikirlah 10x sebelum Anda mengeluarkan uang. Apakah benar-benar perlu dan sesuai kebutuhan ? Apakah barang yang saya beli termasuk produktif atau konsumtif ?
  7. Saat yang tepat untuk berbelanja adalah saat barang yang anda butuhkan sedang sale/discount di toko. Namun harus diingat yang terpenting, itu adalah barang yang memang Anda butuhkan dan sudah dianggarkan ! Dengan demikian Anda dapat saja melewati toko yang sedang sale besar-besaran tanpa harus masuk dan berbelanja jika tidak sedang membutuhkan apa-apa.
  8. Jangan abaikan pengeluaran-pengeluaran yang bersifat sepele dan berjumlah kecil tetapi teratur/sering. Tanpa sadar, jika ditotal selama sebulan ternyata jumlahnya tidak sedikit dan cukup menguras kantong kita. Hal ini harus dihilangkan.
  9. Penting untuk diingat, kartu kredit bukanlah extra money. Jika menggunakan kartu kredit, pastikan bahwa memang uang untuk membayar tagihan sudah ada dalam budget Anda. Dengan begitu, pasti dapat Anda penuhi tepat waktu.
  10. Tantangan terbesar dalam mengelola keuangan keluarga adalah memperkecilexpense (menyederhanakan lifesytle) dan memperbesar income anda. Jika hal ini dapat dilakukan secara konsisten dan disiplin, niscaya keberhasilan mengelola keuangan keluarga Anda dengan mudah akan terwujud
Mari kita sama - sama mencoba tips ini, semoga keluarga ideal akan terbentuk dalam keluarga kita melalui perencanaan keuangan yang baik. Dan ketika kita sudah menghitung - hitung berapa pendapatan dan pengeluran kita, jangan pernah abaikan Dia, karena hitung - hitungNya sangat luar biasa dan takkan pernah terjangkau oleh manusia.