Kamis, 29 Juli 2010

Sehelai Bulu Mata


Lagi buka - buka laptop suami, eh nemuin satu cerita yang cukup mengingatkan,,,

Submitted by : Komara Hidayat
Sumber : Arroisi, Abdurrahman K.H.

Share ah, punten y pak kyai Arroisi semoga cerita ini bisa mengingatkan lagi pembaca yang lain... n punten lagi pak ada yg diedit sedikit, tp tetep ga merubah esensi kok ...
Judulnya : Sehelai Bulu Mata

Begini ceritanya ....

Konon di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang di adili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia bersikeras membantah. "Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu."
"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini tdk ada siapa kecuali aku dan suaramu."
"Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat.
Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yg memandangi." Disusul oleh telinga, "Saya yg mendengarkan."
Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium." Bibir mengaku,
"Saya yang berkata kotor."
Lidah menambah, "Saya yang menyakiti hati orang lain." Tangan meneruskan, "Saya
yang mencuri ."
Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari untuk mencuri." "Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat. Orang tersebut tidak
dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dijebloskan ke dalam jahanam.
Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.
Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari sehelai bulu matanya:
"Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi."
"Silakan", kata malaikat.
"Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengh malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah
berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat, walaupun sehelai bulu matanya saja yg terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka
saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan."
Konon, dengan kesaksian sehelai bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga. Sampai terdengar
suara bergaung kepada para penghuni surga: "Lihatlah, Hamba Tuhan
ini masuk surga karena pertolongan sehelai bulu mata."

Temans, anggota tubuh yang Allah ciptakan di tubuh kita ini tidak hanya berfungsi untuk membantu kegiatan sehari - hari kita, tetapi lebih jauh dari itu. Yakni sebagai alat Allah untuk mengawasi tingkah laku kita ... jadi waspadalah ! waspadalah ! hehe