Sabtu, 31 Desember 2011

Refleksi

Bukan tanpa perjuangan kita bisa sampai di sini, di hari ini.
Saya tahu Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa.
Seperti dua tahun lalu, saat kita sama - sama gigit jari karena hidup di rumah orang tua.
Berangan seperti orang - orang kebanyakan.
Ha, seperti orang kebanyakan ?
Ya, bukankah hidup hasil memotret orang lain, yang kemudian kita saring untuk diambil gambar terbaiknya
kemudian dijadikan jalan hidup sendiri ?

Angan kita dua tahun yang lalu bukan hanya hayalan tanpa arti,
Tapi mimpi juga sekaligus doa,
Menuliskannya dalam coretan kertas menjelang tidur,
Coret - coretan kecil yang selalu kubaca dan ku mohonkan setelah selesai sholat dalam doa
Dan Dia Sang Maha, Yang Maha Tahu,
Yang memilah coret - coretan kita,
Memilihkan yang terbaik untuk kita

Terimakasih ya Rabb
Terimakasih telah membantu saya mewujudkan mimpi - mimpi masa muda dahulu
dengan mengirimkan seseorang yang punya mimpi sama,
Aku melihat kerja kerasnya membangun semuanya

Hari ini awal tahun 2012,
Ada satu mimpi yang akan saya terus tulis
selain mimpi - mimpi kita yang lain
Hingga Dia berkenan mengabulkannya dengan indah.

 Refleksi awal tahun.

Sabtu, 17 Desember 2011

have i ?

Apakah kamu bisa melihat siapa saja teman sejatimu???
iya, sy bisa melihat dan merasakannya ketika menghadapi sebuah masalah
.
Tulisan di atas sebetulnya saya dapatkan dari status seorang teman di facebook. Kena, yups kena banget untuk 'kondisi' ku saat ini. Untuk keadaan ku yang sedang 'terdampar' di tempat baru, waktu yang sudah berjalan satu tahun buat ku masih saja merupakan keadaan baru. Terkadang rasa gundah muncul, ketidaknyamanan, merasa anak baru yang mesti harus belajar, merasa paling stupid sedunia, merasa sendiri, merasa tidak ditemani dan rasa - rasa lain yang sangat tidak mengenakkan dan harus selalu ada dalam sebuah proses yang disebut adaptasi.

Jumat, 16 Desember 2011

Fathan Abdurrahman

Fathan, begitu teman - temannya memanggil. Saat ini kelas 2 SD, memiliki kulit putih, berbadan kecil dibandingkan teman - teman seusianya, rambut yang tak pernah kuperhatikan gondrong ,otak yang sangat cemerlang. Hmmm, UNIK, adalah gambaran awal saya ketika pertama kali kami bertemu dan resmi menjadi guru dan murid.

Mengapa saya harus menulis tentang anak ini di blog saya?//. Dibawah ini adalah fakta tentang Fathan Abdurrahman yang membuat saya jatuh cinta kepadanya :

Pertama, pada awal semester pertama sebetulnya saya seringkali dibuat kesal dengan ulahnya yang sedikit semaunya, asik dengan dunia sendiri, seringkali bergelut seru dengan pinsil, penghapus dan peralatan tulisnya ketika aku sedang menjelaskan di depan kelas. Ketika saya tegur, saya fikir dia akan merasa takut atau apa, tetapi ternyata dia malah tersenyum dengan sangat manis kemudian meletakkan semua 'mainannya' dan memperhatikan saya, meskipun itu tidak berlangsung lama yang kemudian dia asyik kembali tenggelam dalam dunianya, nyatanya saya tidaklah bisa marah, senyum manisnya yang sepertinya adalah senjata penangkal amarah saya.

Kedua, Otak anak ini sangatlah cemerlang, setiap ulangan dia selalu hampir mencapai nilai sempurna -kecuali bahasa indonesia (menulis) dan SBK (musik)-.  Hampir, ya hampir,  kesalahnnya hanya  karena dia terkadang tidak memperhatikan ketika saya sedang menjelaskan dan ketidaktelitian (ini yang terkadang membuat aku jengkel dan gemes).

Ketiga, ada beberapa kejadian 'lucu' tentang anak ini. Ketika pelajaran IPS saya memintanya untuk menuliskan pengalaman menyenangkan dan pengalaman menyedihkan yang pernah dialami. Penglaman menyenangkan dia tulis dengan sangat baik dan lancar, kemudian ketika teman - teman yang lain selesai dan mengumpulkan hasil tulisannya, ternyata anak ini tidak juga mengumpulkan, ketika kutanyakan ternyata dia tidak mengerti dengan apa itu 'pengalaman menyedihkan', saya mencoba menjelaskan kembali dan dia tetap berkata tidak mengerti. Padahal saya coba menjelaskan dengan bahasa yang sangat sederhana sekali, setelah 'berdebat' cukup lama dengannya akhirnya dia menuliskan sebuah pengalaman menyedihkan yang pernah dialaminya. Ah anak ini, apakah selama ini hanya ada kata menyenangkan dalam hatinya, oh betapa bahagianya dia. Maaf ya nak, ibu memasukkan kata 'pengalaman menyedihkan' dalam memori otak mu.

Suatu pagi di kelas ketika pekerjaan sedang banyak - banyak nya yang harus saya selesaikan segera, dia tiba - tiba berkata " bu Zahro, bundaku suka senyum " lengkap dengan senyum manisnya. "oh ya,,,," jawab saya. Tuing ... tuing ... ternyata pagi itu saya memasang wajah tidak bersahabat dengan anak - anak, apakah dia mengingatkan agar saya tersenyum ? ah Fathan.
Fathan dengan senyum kerennya
Dan banyak lagi pengalaman menyenangkan saya  dengan anak yang satu ini, saya yakin suatu hari dia akan menjadi orang hebat untuk negara Indonesia.


Senin, 05 Desember 2011

Mencair

Es krim ini tidak bisa menunggu lama, tapi mencair dengan cepat. Seperti hati ku kali ini, yang tidak bisa menunggu dirimu terlalu lama. Cepatlah, bukankah es krim ini lebih nikmat jika kita nikmati dalam keadaan beku ?.