Senin, 28 September 2009

Di Culik Si Mas

Liburan Idul Fitri 1430 H kali ini sangat panjang, karena profesi aku adalah seorang guru maka libur terpanjang serasa milik ku. 3 minggu, bayangkan 3 mingggu kita sebagai guru mendapatkan jatah liburan. beda jauh sekali dengan suami aku yang merupakan pegawai swasta hanya mendapatkan jatah 1 minggu untuk liburan Idul Fitri. Hmmm...menyenangkan sekali bukan?

Di Culik Si Mas (my hubby), tulisan kali ini saya beri nama seperti itu karena kejadiannya memang seperti acara menculik (hehe lebay) sebenarnya istilah ini dia sendiri yang memberi sewaktu kita mentertawakan kespontanan yng kita lakukan..

Hampir semingu kami menikmati suasana Idul Fitri dengan segala nuansa silahturahminya, tetapi kebosanan menyergapku memasuki hari ke enam di bulan Syawal yaitu ketika seluruh rumah saudara sudah kami datangi, tidak ada kegiatan yang membuat ku tertarik saat itu. Sampai akhirnya saat itu aku berfikir "si mas masih libur, aku masih libur, mamah dan bapak pergi huh bosan sekali di rumah, si mas engga berinisiatif mengajak aku jalan2 apa yah?" fikirku dalam hati.
Yang anda perlu ketahui para pembaca sekalian semenjak pernikahan kami bulan maret lalu si mas belum pernah mengajak aku jalan2 mengunjungi satu pun tempat wisata. Dan hari itu aku bete banget, (aku klo sudah bete yang ada diem seharian, ga bergairah untuk ngomong apa lagi bercanda, hehe si mas dah tahu banget what's going on jika aku manyun seharian) .

Sehabis sholat subuh, hari Sabtu tgl 26 September '09, dia bilang
"de jalan2 yu" katanya hati hati...
"kemana?" jawab ku Jaim
"terserah ade, ke UI mau?"
"ngapain ke UI?" jawab ku dingin, hihi.. kasihan jg si mas aku judesin..

si mas diem.

"yaudah ayo kalo mau jalan" ajak ku. akhirnya kami bersiap2 berpakaian ala kadarnya berjaket dan masing2 menggunakan helm. keluar dari rumah si mas bertanya lagi,

"mau kemana de?"

"ye..kan mas yg ajak ade jalan2, yaudah terserah mas" masih jutek

"yaudah terserah mas nih ya"

diem

"kita ke puncak ya?" lanjutnya

"ha....?" kaget bercampur seneng, bercampur bingung karena cuma bawa duit seadanya dikantong, belum mandi, belum sikat gigi, dan pakai pakaian kemarin.

"yaudah...." sambil senyum senyum

Akhirnya kita berangkat menuju Curug Cilembeur, mas ku-mas ku.... sarapan bubur ayam pinggir jalan di daerah Pangrago Plasa, Bogor enak juga. Jam 6 lewat lima belas menit kita berangkat dari Depok , jam 08.30 WIB kita sudah sampai di Curug Cileumber. Sepagi itu ternyata arah puncak sudah padat sangat , hampir sebagain besar no plat kendaraan berkode B, beuh..warga jakarta dan sekitarnya yang sudah sangat haus akan kesegaran Jawa Barat, saling berdesak rela antri berjam jam di jalan raya puncak.

Sangat menyenangkan pergi di pagi hari, bersama suami tercinta, udara segar dengan sedikit polusi. Subhanallah. Nikmat Tuhan Manakah Yang Kamu Dustakan .
Perlu tenaga ekstra ternyata untuk ke tempat seperti ini, jalananya sempit dan menukik tajam, perlu gas yang kuat untuk para pengendara kendaraan bermotor. Terbayang bagaimana pulangnya, pasti sangat menyenangkan karena tak perlu nge-gas tinggal gelinding hehehe. Harga tiket hanya 10.000 rupiah saja perkepala. Memasuki tempat wisata kami langsung disuguhkan dengan puluhan ikan koi yang sudah besar besar, jalananan setapak berbatu dibuat sealamiah mungkin oleh pihak pengelola. Makin ke atas ternyata makin ramai, angin bertiup dingin membuat kulit merinding, pohon -pohon yang besar menambah kesegaran. Kios-kios tertata rapi, mulai dari penjual aksesoris, bakso, souvenir , ayam bakar dan ada penjual jagung bakar yang membuat air liur ku meleleh, ha.. tapi itu nanti saja, karena ada yang membuat ku lebih penasaran yaitu air terjun curug 7.
Menuju air terjun ternyata dipinggir jalan berdiri tenda-tenda kemping yang didirikan oleh para pengunjung, mungkin ada bebeapa yang menginap karena terlihat ada yang menjemur baju dan ada kompor di sisi tenda. Wah seru sekali sepertinya, kemping dengan fasilitas yang cukup enak , toliet, mushola, kantin, dingin, air sungai, air terjun. Hmmm... cita-cita ku kemping bersama keluarga besar Abdul Salam.
makin ke atas jalanan makin terjal, terus terang aku tidak begitu terpesona dengan air terjun curug 7 Cilembeur, makanya aku tidak mengajak si mas mendekat ke air terjun, selain karena kami tidak membawa kamera digital, juga air terjunnya yang kecil dan ramai, sangat risih menurut ku kalau aku ikut mendekat ke sana. akhirnya kami putuskan untuk mendaki lebih tinggi lagi. Wuh, kaki gemetar, nafas tersengal, kepala berputar itu yang pertama kali dirasakan ketika mendaki bukit yang cukup terjal ini, jalanan yang licin penyebabnya. Tapi dibalik semua itu apa lagi yang dirasakan ketika berjalan bersama seseorang yang sangat mencintai mu dan kamu mencintainya selain dialah salah satu kekuatan untuk ku terus menanjak. love u mas.
sesampai di atas kami bertemu dua air terjun lagi, Subhanallah..Allah Akbar, betapa Maha Dia. Yang menciptakan sesuatu dengan sempurna, yang tidak terfikirkan oleh manusia, yang Maha mngerti kebutuhan manusia. Aku merasa kecil sekali ya Allah di jagat besar Mu ini.
Hmmm...Cape setelah hiking kami beristirahat sambil menimati segelas teh manis, jagung bakar, gorengan dan sambal kacang.... mak nyus.
ku tunggu kejutan lainnya ya mas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar