Fathan, begitu teman - temannya memanggil. Saat ini kelas 2 SD, memiliki kulit putih, berbadan kecil dibandingkan teman - teman seusianya, rambut yang tak pernah kuperhatikan gondrong ,otak yang sangat cemerlang. Hmmm, UNIK, adalah gambaran awal saya ketika pertama kali kami bertemu dan resmi menjadi guru dan murid.
Mengapa saya harus menulis tentang anak ini di blog saya?//. Dibawah ini adalah fakta tentang Fathan Abdurrahman yang membuat saya jatuh cinta kepadanya :
Pertama, pada awal semester pertama sebetulnya saya seringkali dibuat kesal dengan ulahnya yang sedikit semaunya, asik dengan dunia sendiri, seringkali bergelut seru dengan pinsil, penghapus dan peralatan tulisnya ketika aku sedang menjelaskan di depan kelas. Ketika saya tegur, saya fikir dia akan merasa takut atau apa, tetapi ternyata dia malah tersenyum dengan sangat manis kemudian meletakkan semua 'mainannya' dan memperhatikan saya, meskipun itu tidak berlangsung lama yang kemudian dia asyik kembali tenggelam dalam dunianya, nyatanya saya tidaklah bisa marah, senyum manisnya yang sepertinya adalah senjata penangkal amarah saya.
Kedua, Otak anak ini sangatlah cemerlang, setiap ulangan dia selalu hampir mencapai nilai sempurna -kecuali bahasa indonesia (menulis) dan SBK (musik)-. Hampir, ya hampir, kesalahnnya hanya karena dia terkadang tidak memperhatikan ketika saya sedang menjelaskan dan ketidaktelitian (ini yang terkadang membuat aku jengkel dan gemes).
Ketiga, ada beberapa kejadian 'lucu' tentang anak ini. Ketika pelajaran IPS saya memintanya untuk menuliskan pengalaman menyenangkan dan pengalaman menyedihkan yang pernah dialami. Penglaman menyenangkan dia tulis dengan sangat baik dan lancar, kemudian ketika teman - teman yang lain selesai dan mengumpulkan hasil tulisannya, ternyata anak ini tidak juga mengumpulkan, ketika kutanyakan ternyata dia tidak mengerti dengan apa itu 'pengalaman menyedihkan', saya mencoba menjelaskan kembali dan dia tetap berkata tidak mengerti. Padahal saya coba menjelaskan dengan bahasa yang sangat sederhana sekali, setelah 'berdebat' cukup lama dengannya akhirnya dia menuliskan sebuah pengalaman menyedihkan yang pernah dialaminya. Ah anak ini, apakah selama ini hanya ada kata menyenangkan dalam hatinya, oh betapa bahagianya dia. Maaf ya nak, ibu memasukkan kata 'pengalaman menyedihkan' dalam memori otak mu.
Suatu pagi di kelas ketika pekerjaan sedang banyak - banyak nya yang harus saya selesaikan segera, dia tiba - tiba berkata " bu Zahro, bundaku suka senyum " lengkap dengan senyum manisnya. "oh ya,,,," jawab saya. Tuing ... tuing ... ternyata pagi itu saya memasang wajah tidak bersahabat dengan anak - anak, apakah dia mengingatkan agar saya tersenyum ? ah Fathan.
Dan banyak lagi pengalaman menyenangkan saya dengan anak yang satu ini, saya yakin suatu hari dia akan menjadi orang hebat untuk negara Indonesia.
Mengapa saya harus menulis tentang anak ini di blog saya?//. Dibawah ini adalah fakta tentang Fathan Abdurrahman yang membuat saya jatuh cinta kepadanya :
Pertama, pada awal semester pertama sebetulnya saya seringkali dibuat kesal dengan ulahnya yang sedikit semaunya, asik dengan dunia sendiri, seringkali bergelut seru dengan pinsil, penghapus dan peralatan tulisnya ketika aku sedang menjelaskan di depan kelas. Ketika saya tegur, saya fikir dia akan merasa takut atau apa, tetapi ternyata dia malah tersenyum dengan sangat manis kemudian meletakkan semua 'mainannya' dan memperhatikan saya, meskipun itu tidak berlangsung lama yang kemudian dia asyik kembali tenggelam dalam dunianya, nyatanya saya tidaklah bisa marah, senyum manisnya yang sepertinya adalah senjata penangkal amarah saya.
Kedua, Otak anak ini sangatlah cemerlang, setiap ulangan dia selalu hampir mencapai nilai sempurna -kecuali bahasa indonesia (menulis) dan SBK (musik)-. Hampir, ya hampir, kesalahnnya hanya karena dia terkadang tidak memperhatikan ketika saya sedang menjelaskan dan ketidaktelitian (ini yang terkadang membuat aku jengkel dan gemes).
Ketiga, ada beberapa kejadian 'lucu' tentang anak ini. Ketika pelajaran IPS saya memintanya untuk menuliskan pengalaman menyenangkan dan pengalaman menyedihkan yang pernah dialami. Penglaman menyenangkan dia tulis dengan sangat baik dan lancar, kemudian ketika teman - teman yang lain selesai dan mengumpulkan hasil tulisannya, ternyata anak ini tidak juga mengumpulkan, ketika kutanyakan ternyata dia tidak mengerti dengan apa itu 'pengalaman menyedihkan', saya mencoba menjelaskan kembali dan dia tetap berkata tidak mengerti. Padahal saya coba menjelaskan dengan bahasa yang sangat sederhana sekali, setelah 'berdebat' cukup lama dengannya akhirnya dia menuliskan sebuah pengalaman menyedihkan yang pernah dialaminya. Ah anak ini, apakah selama ini hanya ada kata menyenangkan dalam hatinya, oh betapa bahagianya dia. Maaf ya nak, ibu memasukkan kata 'pengalaman menyedihkan' dalam memori otak mu.
Suatu pagi di kelas ketika pekerjaan sedang banyak - banyak nya yang harus saya selesaikan segera, dia tiba - tiba berkata " bu Zahro, bundaku suka senyum " lengkap dengan senyum manisnya. "oh ya,,,," jawab saya. Tuing ... tuing ... ternyata pagi itu saya memasang wajah tidak bersahabat dengan anak - anak, apakah dia mengingatkan agar saya tersenyum ? ah Fathan.
![]() |
| Fathan dengan senyum kerennya |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar