untuk kakakku tersayang,
sungguh usiamu sudah tidak lagi muda, aku saja sudah hampir 27 tahun.
wajah dan postur tubuhmu memang imut, tapi lambat laun akan menyesuaikan dengan usia.
kakakku,
betapa hati ini sedih tatkala aku pulang ke rumah dan aku mendapati dirimu sedang merokok atau sedang terpaku di depan televisi.
sebuah pemandangan yang sangat tidak mengenakkan di usiamu yang sekarang
usia yang seharusnya sudah diwarnai dengan tawa riang anak dan istrimu
usia yang seharusnya sudah memikul tanggung jawab sebagi seorang suami
ah, kakakku
berkumpul tak jelas dengan teman - temanmu yang terkadang tidak jelas masih saja kau lakukan
kapan, kapan kau akan bekerja dengan penghasilan yang tetap
atau membuka usaha yang menunjukkan kesungguhanmu
kesungguhan yang seharusnya kau tunjukkan untuk Allah, calon istrimu dan keluarga mereka
entah apa yang sedang kau cari kakakku,,,
tahukah kau mamak selalu menteskan air mata diantara sujud malam panjangnya
selalu dirimu yang diprioritaskan, seperti yang selalu bapak lakukan dulu sewaktu kita berempat masih kecil kecil.
karena kaulah dulu yang menjadi kebanggaannya tatkala kau mau masuk ke dalam pesantren sedangkan kita bertiga tidak.
kakakku, hingga saat ini kau masih menjadi kebanggaanku,
ayolah kita maju bersama
doaku selalu bersamamu.
sungguh usiamu sudah tidak lagi muda, aku saja sudah hampir 27 tahun.
wajah dan postur tubuhmu memang imut, tapi lambat laun akan menyesuaikan dengan usia.
kakakku,
betapa hati ini sedih tatkala aku pulang ke rumah dan aku mendapati dirimu sedang merokok atau sedang terpaku di depan televisi.
sebuah pemandangan yang sangat tidak mengenakkan di usiamu yang sekarang
usia yang seharusnya sudah diwarnai dengan tawa riang anak dan istrimu
usia yang seharusnya sudah memikul tanggung jawab sebagi seorang suami
ah, kakakku
berkumpul tak jelas dengan teman - temanmu yang terkadang tidak jelas masih saja kau lakukan
kapan, kapan kau akan bekerja dengan penghasilan yang tetap
atau membuka usaha yang menunjukkan kesungguhanmu
kesungguhan yang seharusnya kau tunjukkan untuk Allah, calon istrimu dan keluarga mereka
entah apa yang sedang kau cari kakakku,,,
tahukah kau mamak selalu menteskan air mata diantara sujud malam panjangnya
selalu dirimu yang diprioritaskan, seperti yang selalu bapak lakukan dulu sewaktu kita berempat masih kecil kecil.
karena kaulah dulu yang menjadi kebanggaannya tatkala kau mau masuk ke dalam pesantren sedangkan kita bertiga tidak.
kakakku, hingga saat ini kau masih menjadi kebanggaanku,
ayolah kita maju bersama
doaku selalu bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar