Kamis, 10 Mei 2012

Ketika kita bertetangga,


Basicly saya termasuk seorang introvert, ketika remaja dulu saya malas keluar rumah, sangat menikmati yang namanya sendiri di kamar, mencorat coret buku yang saya sebut diary sambil dengerin radio, merubah – rubah posisi isi kamar, pencet –pencet hp dan kalau keluar rumah juga lebih senang sendiri, makan bakso sendiri, ke toko buku sendiri  jalan – jalan di mall lihat – lihat baju sendiri (kasian banget ya), tapi bukan bearti saya tidak punya teman, memang sih teman saya hanya sedikit bisa dihitung oleh jari hehe (tambah kasian ya), jadi kalau teman saya yang sedikit itu kebetulan tidak bisa diajak jalan, biasanya saya tidak akan ambil pusing ya jalan saja sendiri.
Jadi proses sosialisasi tidak sempurna saya lakukan ketika masa – masa remaja, terutama dengan lingkungan sekitar rumah.
Ternyata efek dari semua itu sangat saya rasakan sekarang ini, ketika saya sudah berumah tangga dan memiliki rumah sendiri, mau tak mau saya menjadi bagian dari masyarakat seutuhnya tidak lagi berada di bawah nama besar orang tua, apa lagi tempat tinggal saya dan suami sekarang cukup jauh dari rumah orang tua, jadi benar – benar kami lakukan dan mulai sendiri dengan nama baik kami sendiri yang harus kami jaga. Keluar dari tempurung yang bernama “introvert” tidaklah mudah, apalagi saya saat ini adalah wanita bekerja yang setiap harinya senin sampai dengan sabtu harus meninggalkan rumah mulai pukul tujuh pagi sampai pukul lima sore. Yang berarti waktu saya untuk bersosialisasi dengan tetangga juga belum bisa maksimal, ketika hari minggu adalah waktu untuk keluarga terkadang penuh padat untu acara arisan keluarga, mengunjungi orang tua, mengunjungi mertua, atau mengurusi hal – hal yang tidak sempat dilakukan pada hari kerja, tetangga saya pun pada hari minggu punya agenda keluarga masing – masing, yah jadinya begitu deh.
“Gagap nenangga” mungkin itu istilah untuk keadaan saya sekarang ini,  meskipun mungkin mereka paham tentang kondisi yang bekerja jadi tidak bisa maksimal “nenagga”,  dan forum – forum kumpul tetap saya coba datangi seperti arisan Rt di hari minggu, atau kalau pulang mengajar dan kebetulan dekat rumah sedang ada ibu – ibu “ngumpul” saya coba sempatkan bergabung sebentar, tetapi  dengan alasan ingin mandi dan memasak saya kemudian pamit,  hehe padahal lebih kepada males (gak beres banget yakz saya). 

Sekarang saya masih menikmati masa - masa sendiri itu, saat pulang mengajar daripada ngobrol - ngobrol gak jelas sama tetangga yang pada akhirnya hanya membicarakan orang lain bukannya lebih enak kalau duduk di kursi sambil menikmati serial korea, ahaha (introvert voice).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar