Hmmm .. ku telusuri temanku yang lain, satu orang kutemukan lagi sedang berbahagia dalam kehamilan besarnya, dan sedang menanti untuk persalinan baby pertamanya, teman ku itu belakangan menikah setelah aku.
Subhanallah, Ku coba menikmati rasa cemas ini ya Allah, menikmati sensasi hormon progesteron yang sedang naik dalam tubuh ku, menyembur memenuhi saraf saraf ku. Sampai pada kurasakan hangat dalam kelopak matakku, meskipun 'endorfin' berusaha memunculkan sejuta perasaan senang yang lain, tapi ternyata rasa itu jauh lebih kuat. Menjebol sisa akal sehat ku yang juga ikut membantu. Hingga pada akhirnya ku kalah dengan maksud mengeluarkan sekalian semua itu, ku keluarkan semua perasaan marah dan iri dihati, perasaan ketidakadilan yang sempat kuamini, semuanya, dan kuharap tanpa sisa.
Kututup wajah ini sekuat - kuatnya, berharap dalam kegelapan kutemui cahaya , Hingga ku dapati wajah sejuk itu, wajah lelaki yang setahun ini selalu menjagaku dengan bahunya yg kekar, lelaki yang selama ini selalu menuntunku untuk lebih dekat denganNya, lelaki yang selama ini membuat aku tersenyum dengan sikap, kejutan dan kesabarannya yang tak terbatas, lelaki yang tak pernah sedikitpun menuntut sesuatu yang tak tak terjangkau oleh ku (bahkan diriku sendiri pernah mengutuk diri ini untuk sesuatu yang tak bisa ku lakukan),,,
Astagfirullah,
Seringkali kuterpaku di depan satu pintu kebahagiaan yang tertutup ya Allah, padahal ... ketika satu pintu kebahagiaan ditutup, maka Engkau membuka pintu bahagia - bahagia yang lain. Tunjukkan aku selalu dalam jalanMu ya Allah.
Aku yakin pintu itu belum waktunya kumasuki. Hingga saat indah itu tiba, aku yakin Engkau pasti akan memberikan segalanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar