
Bener ga tuh, klo Preakly Heat bahasa Indonesianya "biang keringet". Hihi, Sok pake istilah Inggris, padahal ga tau bener apa salahnya. Tp bukan itu yg mau di bahas di sini, bukan tentang gramatikal bahasa Inggris - Indonesia dan bukan juga tentang sejarah biang keringat. Terus kenapa judulnya itu ? yah biar kebaca keren aja gitu (*twing). By d' way it's all about "HOT ... HOT ... n ..HOT".
Sudah mau sebulan ini kota tempat kami tinggal -depok city- berasa puanas banged. Hampir 35 derajat suhu pada siang harinya, wew hampir menyamai gurun pasir d Bima sana sepertinya (emang ada gurun di Bima ya ? ngarang.com). Depok yg terkenal dengan keteduhannya ajah sudah sepanas gitu apa lagi Jakarta, Bekasi, Tanggerang atau daerah pesisir lainnya ya, wiiih ... ga kebayang deh.
Pernah dapet sms yg isinya kaya gini baru - baru ini :
"Empat hari ke depan jangan pakai baju hitam karena matahari sedang mencapai titik terdekat dengan Bumi. Seluruh wilayah bumi mengalami kenaikan suhu 4 derajat. Berpeluang menyebabkan kanker. Gunakan sunblock dan banyak minum air putih.”
4 derajat ... ? hmmm. Klo yg ini di luar akal sehat, atau sms yang ini :
“Dikabarkan besok terjadi kondisi di mana jarak matahari-bumi semakin dekat. Kemungkinan besar radiasinya dapat merusak kulit, terjadi antara jam 8 – 16. Jangan pakai pakaian hitam, sebab penyerapan energi matahari dapat merusak kulit hanya dalam 5 menit.”
wow, percaya ga percaya tapi bumi ini memang terasa makin puanas, baru kali ini lagi nih, tidur hrs pake kipas angin nonstop (padahal rumah ku teduh sekali, jd g perlu kipas angin, hexos, apalagi AC), tapi sekarang malem2 baju basah gara2 keringet dan muncul preakly heat di leher yg sangat membuat tidak nyaman. huaaaa ... gatel .. gatel .. gatel ..
Tapi sebagi guru geografi kurang lebih analysis (jiah ...) ku seperti ini :
sedikit atau banyak global warming memang memberikan kontribusi untuk peningkatan suhu bumi, tetapi untuk kasus bulan April ini sangat lah khusus, karena memang merupakan sebuah siklus peningkatan suhu bumi yang rutin terjadi setiap tahunnya, meskipun setiap tahun peningkatan suhu tersebut berbeda. Perubahan ini diakibatkan oleh bertiupnya "Angin Muson Timur" yaitu angin yang bertiup setelah "Angin Muson Barat", angin muson menyebabkan negara kita tercinta ini hanya memiliki 2 musim saja, sedikit mengutip dari wikipedia (biar lebih valid gitu) seperti ini penjelasan ttg "Angin Muson Timur" :
"Angin Muson Timur adalah angin yang bertiup pada periode Bulan April - Oktober (Indonesia). Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi utara, sehingga menyebabkan benua Australia musim dingin, sehingga bertekanan maksimum dan Benua asia lebih panas, sehingga tekananya minimum. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekenan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia, dan karena menuju Utara Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kanan. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim kemarau akibat angin tersebut melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan sempit".
See...bulan april adalah bulannya pancaroba, start untuk berpanas2 ria insya allah untuk 6 bulan kedepan, bulannya taneman2 di halaman rumah ku mulai menguning, bulannya nyamuk DBD (Demam BerDarah) untuk bereproduksi massal yg artinya juga bulannya siaga DBD.
Minum air putih lebih banyak merupakan salah satu tindakan yang bijaksana dalam kondisi seperti ini, karena bagaimanapun mengkonsumsi air putih di saat suhu sedang tinggi sangatlah bagus untuk menjaga keseimbangan tubuh, yaitu mempertahankan suhu di dalam tubuh tetap "adem" supaya tidak kaget dengan perubahan yang tidak biasa. Jika tubuh seimbang, Insya Allah kondisi tubuh jg akan tetap vit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar