MATERI, kali ini bukan "materi" dalam hal pelajaran tapi "materi" dalam hal keuangan. Hm, pembaca yang budiman ketika seseorang sudah berumah tangga si "materi" merupakan salah satu tiang penyangga terpenting dalam bangunan rumah tangga (setuju kah anda?). Meskipun tidak semua orang setuju dengan hal ini, tapi saya rasa hampir sebagian besar wanita / istri setuju.
Tanpa materi yang halal, baik dan cukup hampir dipastikan perjalanan rumah tangga akan terseok seok bahkan dekat dengan ke kufuran, naudzubillah.
Pembaca, dengan jumlah pemasukan keuangan yang sama pada tiap keluarga perbulan, belum tentu dapat dipastikan semua mengeluarkan jumlah yang sama perbulannya, karena setiap keluarga memiliki pola pikir, selera dan prioritas yang berbeda tentang pengelolaan keuangannya. Tetapi keluarga Indonesia memiliki jumlah pengeluaran yang minimal yang rata - rata sama (bisa kita pukul rata dalam wacana ideal saya) :
Apakah saja pengeluaran rata - rata yang dikeluarkan oleh sebuah keluarga :
Yang pertama untuk makan sehari hari (menurut saya minimal Rp. 10.000 *sambil garuk2 kepala segitu dapet apa ya), yang kedua sekolah anak, biaya masuk sekolah Islam Terpadu yang bagus saat ini SD saja sudah 10 juta, kalau 4 anak sudah 40 juta (haaa, urut dada) semoga nanti pas anak saya lahir sekolah negeri bagus sudah menjamur. Ketiga kebutuhan kendaraan, kalau anak saya sudah berjumlah 4 naik motor bebek suami saya tentulah tidak memungkinkan, pastinya akan ada dua nyawa yang dikorbankan tidak diajak ketika hendak pergi silahturahmi ataupun mengantar sekolah, karena satu motor maksimal hanya muat 4 orang, itupun yang dua orang haruslah berusia dibawah 6 tahun. Berarti konsekuensi logis dari memiliki anak lebih dari dua adalah memiliki mobil, untuk mobil tak apa - apalah jika hanya memiliki yang berkisar harga 40 juta. Yang keempat, yang seharusnya berada di nomor satu adalah rumah, harga rumah saat ini tahun 2011 dengan tipe 21 /72 dipinggiran kota Jakarta masih bisa dijangkau dengan harga 60 juta, jika dicicil Rp. 400.000/bulannya itu yang termurah.
Belum lagi ditambah kebutuhan ini itu, seperti kebutuhan pakaian yang terus bertambah seiring bertambahnya berat badan suami istri, atau bertambahnya usia anak yang tidak mungkin bisa dibendung, gadget untuk menunjang profesionalisme suami / istri, belum lagi les mengaji, bahasa asing, melukis, kumon dan les les lainnya untuk 4 orang anak, juga yang gak ketinggalan mpok tukang cuci yang juga harus dibayar.
Hm, hitung - hitungan manusia yang rasanya begitu sulit dan memusingkan untuk dicapai, dan suamiku hanyalah seorang karyawan dengan golongan biasa - biasa saja di sebuah perusahan logam di Jakarta, dan saat ini beliau sedang giat - giatnya ikut dalam organisasi yang rasa - rasanya tidak memungkin beliau untuk naik golongan.
Yah apapun itu, Insya Allah kami yakin sekali dengan Dia, sang Maha Pengatur, D best creator.
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3)
Berikut ada beberapa tips , yang saya copy dari ahlinya keluargacerdas.com untuk mengatur keuangan keluarga :
| 10 Tips Kelola Uang Keluarga |
| Written by Desy Widjaja | |
| Monday, 19 May 2008 | |
Mari kita sama - sama mencoba tips ini, semoga keluarga ideal akan terbentuk dalam keluarga kita melalui perencanaan keuangan yang baik. Dan ketika kita sudah menghitung - hitung berapa pendapatan dan pengeluran kita, jangan pernah abaikan Dia, karena hitung - hitungNya sangat luar biasa dan takkan pernah terjangkau oleh manusia. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar