Senin, 22 Agustus 2011

tentang keuangan


MATERI, kali ini bukan "materi" dalam hal pelajaran tapi "materi" dalam hal keuangan. Hm, pembaca yang budiman ketika seseorang sudah berumah tangga si "materi" merupakan salah satu tiang penyangga terpenting dalam bangunan rumah tangga (setuju kah anda?). Meskipun tidak semua orang setuju dengan hal ini, tapi saya rasa hampir sebagian besar wanita / istri setuju.

Tanpa materi yang halal, baik dan cukup hampir dipastikan perjalanan rumah tangga akan terseok seok bahkan dekat dengan ke kufuran, naudzubillah.
Pembaca, dengan jumlah pemasukan keuangan yang sama pada tiap keluarga perbulan, belum tentu dapat dipastikan semua mengeluarkan jumlah yang sama perbulannya, karena setiap keluarga memiliki pola pikir, selera dan prioritas yang berbeda tentang pengelolaan keuangannya. Tetapi keluarga Indonesia memiliki jumlah pengeluaran yang minimal yang rata - rata sama (bisa kita pukul rata dalam wacana ideal saya) :

Apakah saja pengeluaran rata - rata yang dikeluarkan oleh sebuah keluarga :
Yang pertama untuk makan sehari hari (menurut saya minimal Rp. 10.000 *sambil garuk2 kepala segitu dapet apa ya), yang kedua sekolah anak, biaya masuk sekolah Islam Terpadu  yang bagus saat ini SD saja sudah 10 juta, kalau 4 anak sudah 40 juta (haaa, urut dada) semoga nanti pas anak saya lahir sekolah negeri bagus sudah menjamur. Ketiga kebutuhan kendaraan, kalau anak saya sudah berjumlah 4 naik motor bebek suami saya tentulah tidak memungkinkan, pastinya akan ada dua nyawa yang dikorbankan tidak diajak ketika hendak pergi silahturahmi ataupun mengantar sekolah, karena satu motor maksimal hanya muat 4 orang, itupun yang dua orang haruslah berusia dibawah 6 tahun. Berarti konsekuensi logis dari memiliki anak lebih dari dua adalah memiliki mobil, untuk mobil tak apa - apalah jika hanya memiliki yang berkisar harga 40 juta. Yang keempat, yang seharusnya berada di nomor satu adalah rumah, harga rumah saat ini tahun 2011 dengan tipe 21 /72 dipinggiran kota Jakarta masih bisa dijangkau dengan harga 60 juta, jika dicicil Rp. 400.000/bulannya itu yang termurah.
Belum lagi ditambah kebutuhan ini itu, seperti kebutuhan pakaian yang terus bertambah seiring bertambahnya berat badan suami istri, atau bertambahnya usia anak yang tidak mungkin bisa dibendung, gadget untuk menunjang profesionalisme suami / istri, belum lagi les mengaji, bahasa asing, melukis, kumon dan les les lainnya untuk 4 orang anak, juga yang gak ketinggalan mpok tukang cuci yang juga harus dibayar.
Hm, hitung - hitungan manusia yang rasanya begitu sulit dan memusingkan untuk dicapai, dan suamiku hanyalah seorang karyawan dengan golongan biasa - biasa saja di sebuah perusahan logam di Jakarta, dan saat ini beliau sedang giat - giatnya ikut dalam organisasi yang rasa - rasanya tidak memungkin beliau untuk naik golongan.

Yah apapun itu, Insya Allah kami yakin sekali dengan Dia, sang Maha Pengatur, D best creator.


"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3)


Berikut ada beberapa tips , yang saya copy dari ahlinya keluargacerdas.com untuk mengatur keuangan keluarga :

10 Tips Kelola Uang Keluarga
Written by Desy Widjaja
Monday, 19 May 2008
  1. Prioritas pertama dan terpenting: lunasi hutang konsumtif Anda sesegera mungkin. Lebih cepat lebih baik.
  2. Cek pos pengeluaran cicilan hutang, apakah besarnya <=30%? Jika lebih, artinya beban hutang Anda terlalu berat dan beresiko tidak terbayar.
  3. Prioritas ke-2, menabung minimal 10% dari penghasilan. Lebih tinggi lebih baik.
  4. Jangan terlalu banyak menempatkan uang Anda dalam tabungan. Setelah pos Dana Darurat yaitu sebesar 5-6x pengeluaran bulanan terpenuhi, berinvestasilah !!
  5. Ingat, lifesytle = expense. Ingin tahu apakah gaya hidup Anda sudah sesuai dengan penghasilan? Cek pos pengeluaran rutin dan non-rutin Anda. Jika tidak sesuai, lakukan pemangkasan pengeluaran sekarang juga.
  6. Be a smart shopper ! Berpikirlah 10x sebelum Anda mengeluarkan uang. Apakah benar-benar perlu dan sesuai kebutuhan ? Apakah barang yang saya beli termasuk produktif atau konsumtif ?
  7. Saat yang tepat untuk berbelanja adalah saat barang yang anda butuhkan sedang sale/discount di toko. Namun harus diingat yang terpenting, itu adalah barang yang memang Anda butuhkan dan sudah dianggarkan ! Dengan demikian Anda dapat saja melewati toko yang sedang sale besar-besaran tanpa harus masuk dan berbelanja jika tidak sedang membutuhkan apa-apa.
  8. Jangan abaikan pengeluaran-pengeluaran yang bersifat sepele dan berjumlah kecil tetapi teratur/sering. Tanpa sadar, jika ditotal selama sebulan ternyata jumlahnya tidak sedikit dan cukup menguras kantong kita. Hal ini harus dihilangkan.
  9. Penting untuk diingat, kartu kredit bukanlah extra money. Jika menggunakan kartu kredit, pastikan bahwa memang uang untuk membayar tagihan sudah ada dalam budget Anda. Dengan begitu, pasti dapat Anda penuhi tepat waktu.
  10. Tantangan terbesar dalam mengelola keuangan keluarga adalah memperkecilexpense (menyederhanakan lifesytle) dan memperbesar income anda. Jika hal ini dapat dilakukan secara konsisten dan disiplin, niscaya keberhasilan mengelola keuangan keluarga Anda dengan mudah akan terwujud
Mari kita sama - sama mencoba tips ini, semoga keluarga ideal akan terbentuk dalam keluarga kita melalui perencanaan keuangan yang baik. Dan ketika kita sudah menghitung - hitung berapa pendapatan dan pengeluran kita, jangan pernah abaikan Dia, karena hitung - hitungNya sangat luar biasa dan takkan pernah terjangkau oleh manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar