Ini kali dokter ke tiga yang kami jadikan second opinion untuk masalah kandungan ku, nama dokternya Nina Martini di Rumah Sakit Hermina Grand Wisata, Bekasi Timur. Pertama mengunjungi beliau ternyata antriannya sangatlah panjang, waktu itu aku mendapat antrian ke 24, alhasil jam 9 malam aku baru mendapatkan waktu untuk berkonsultasi.
Usia pernikahan kami sudah menginjak tahun yang ke tiga, salah satu permasalahan dalam diriku adalah haidh tidak berjalan normal, terlebih akhir - akhir ini sempat empat bulan aku tidak haidh.
Hal pertama yang dilakukan oleh dr. Nina sebetulnya tidak jauh berbeda dengan dokter - dokter ku sebelumnya, yaitu USG transvaginal namun yang berbeda pada USG kali ini, beliau memperlihatkan hasil USG tidak hanya melalui monitor USG tetapi juga mem - print nya dan menempelkan dalam buku perkembangan kesehatan ku. Dari hasil USG kali ini (ini juga yang belum pernah aku dengar sebelumnya) bahwa sel telur ku kecil - kecil dan beliau menjelaskan ini kemungkinan salah satu hal yang membuat haid ku tidak lancar. Namun tidak hanya sampai di situ, dr. Nina kemudian menyarankan untuk ku memeriksakan beberapa hormon ku ke Laboratorium. Karena siklus haid tidak lancar bisa juga salah satu penyebabnya karena tidak seimbangnya hormon yang ada di dalam tubuhku.
Seminggu kemudian aku kembali ke dr. Nina dengan membawa hasil Lab, dan benar saja beliau menganalisa bahwa ada yang tidak seimbang dalam beberapa hormon ku (aku lupa nama hormon yang tidak seimbang itu). Untuk solusi yang pertama beliau menyarankan sebelum kami mengikuti program kehamilan, adalah menormalkan terlebih dahulu siklus haidh ku dan beliau menyarankan untuk aku meminum pil KB (tuing - tuing pil KB ?*), beliau menjelaskan, meminum pil KB bisa mengatur siklus haidh yang sebelumnya tidak normal menjadi normal, sebetulnya dulu sewaktu tahun pertama menikah kami sempat disarankan oleh bidan yang masih kerabat dengan samiku untuk meminum pil Kb juga, tetapi waktu itu aku tidak begitu ambil pusing karena masih tahun pertama menikah.
Pil Kb yang disarankan untuk diminum adalah jenis Yaz,
Pil KB ini menurut dr. Nina adalah Pil KB yang paling bagus, karena tidak menyebabkan badan bertambah besar atau kulit menjadi berjerawat. Harganya Rp. 180.000, Yaz terdiri dari 24 tablet drospirenone + ethinylestradiol yang berwarna pink, dan 4 tablet plasbo yang berwarna putih. Hingga saat ini sudah satu strip ku habiskan, dan diakhir pil yang ke 24 memang kemudian aku haidh. Semoga kedepannya berjalan lancar, namun sebetulnya aturan meminumnya masih sedikit membingungkan ku, karena dokter menyarankan untuk ku meminumnya di jam yang sama tetapi, aku seringakli lupa dan baru lagi meminumnya beberapa jam kemudian, aku belum berkonsultasi lagi apa akibatnya jika seperti itu.
Hmmmmm, semoga jalan ini tidak lama lagi aku jalani, ingin rasanya segera memiliki mahluk kecil itu. Bismillah, ini ikhtiarku ya Allah, Insya Allah aku tidak berputus asa dengan semua ini.
Usia pernikahan kami sudah menginjak tahun yang ke tiga, salah satu permasalahan dalam diriku adalah haidh tidak berjalan normal, terlebih akhir - akhir ini sempat empat bulan aku tidak haidh.
Hal pertama yang dilakukan oleh dr. Nina sebetulnya tidak jauh berbeda dengan dokter - dokter ku sebelumnya, yaitu USG transvaginal namun yang berbeda pada USG kali ini, beliau memperlihatkan hasil USG tidak hanya melalui monitor USG tetapi juga mem - print nya dan menempelkan dalam buku perkembangan kesehatan ku. Dari hasil USG kali ini (ini juga yang belum pernah aku dengar sebelumnya) bahwa sel telur ku kecil - kecil dan beliau menjelaskan ini kemungkinan salah satu hal yang membuat haid ku tidak lancar. Namun tidak hanya sampai di situ, dr. Nina kemudian menyarankan untuk ku memeriksakan beberapa hormon ku ke Laboratorium. Karena siklus haid tidak lancar bisa juga salah satu penyebabnya karena tidak seimbangnya hormon yang ada di dalam tubuhku.
Seminggu kemudian aku kembali ke dr. Nina dengan membawa hasil Lab, dan benar saja beliau menganalisa bahwa ada yang tidak seimbang dalam beberapa hormon ku (aku lupa nama hormon yang tidak seimbang itu). Untuk solusi yang pertama beliau menyarankan sebelum kami mengikuti program kehamilan, adalah menormalkan terlebih dahulu siklus haidh ku dan beliau menyarankan untuk aku meminum pil KB (tuing - tuing pil KB ?*), beliau menjelaskan, meminum pil KB bisa mengatur siklus haidh yang sebelumnya tidak normal menjadi normal, sebetulnya dulu sewaktu tahun pertama menikah kami sempat disarankan oleh bidan yang masih kerabat dengan samiku untuk meminum pil Kb juga, tetapi waktu itu aku tidak begitu ambil pusing karena masih tahun pertama menikah.
Pil Kb yang disarankan untuk diminum adalah jenis Yaz,
Pil KB ini menurut dr. Nina adalah Pil KB yang paling bagus, karena tidak menyebabkan badan bertambah besar atau kulit menjadi berjerawat. Harganya Rp. 180.000, Yaz terdiri dari 24 tablet drospirenone + ethinylestradiol yang berwarna pink, dan 4 tablet plasbo yang berwarna putih. Hingga saat ini sudah satu strip ku habiskan, dan diakhir pil yang ke 24 memang kemudian aku haidh. Semoga kedepannya berjalan lancar, namun sebetulnya aturan meminumnya masih sedikit membingungkan ku, karena dokter menyarankan untuk ku meminumnya di jam yang sama tetapi, aku seringakli lupa dan baru lagi meminumnya beberapa jam kemudian, aku belum berkonsultasi lagi apa akibatnya jika seperti itu.
Hmmmmm, semoga jalan ini tidak lama lagi aku jalani, ingin rasanya segera memiliki mahluk kecil itu. Bismillah, ini ikhtiarku ya Allah, Insya Allah aku tidak berputus asa dengan semua ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar