De…
saat dirimu menatap mataku dengan lembut
seakan berkata bahwa cintamu merupakan mahakarya indah penuh makna
yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
hanya bisa dirasakan dengan hati yang terdalam
De…
kau mampu memberiku warna yang berbeda di setiap sisi lemahku…
membuatku tertawa, tersenyum, dan lebih semangat menjalani hari-hariku bersamamu
kau juga memberiku rasa tenang, damai, dan juga cinta disampingmu
dengan segala kekuranganku
kau memang spesial di hatiku…
kau juga inspirasi di setiap langkah-langkahku…
De…
kau sungguh membuatku bersyukur karena memilikimu,
memberi sejuta rasa untuk menghargai cinta dan indahnya kehidupan
Ini adalah puisi yang suami kirimkan untuk ku via facebook massage dua tahun yang lalu. Pertama kali membaca puisi ini air mata saya berurai tak terbendung. Perasaan haru, senang, suka , ga percaya (karena dia bukan tipe lelaki pengirim puisi) jadi satu saat itu.
Dan benar saja, ketika kutanyakan langsung kepadanya ternyata itu adalah puisi yang dia dapat dari internet, dan dia edit, namun tambahnya secara keseluruhan puisi itu benar - benar menggambarkan isi hatinya. Haha, mas ku terimakasih, aku tidak melihat bagaimana cara kamu membuatnya tetapi bagaimana niatmu untuk membahagiakan aku.
Arie S Budianto, itu nama suamiku. Pria yang menikahiku 2,5 tahun yang lalu, proses pernikahan kami berlangsung begitu cepat sampai kurasakan saat itu mungkin memang dia laki - laki yang Allah kirim untuk menjadi qowam ku di dunia. Mas Arie -begitu aku memanggilnya- adalah tipe laki - laki yang tidak banyak bicara, tidak pandai menyampaikan perasaan melalui tulisan ataupun lewat ucapan. Tetapi Begitu cekatan ketika ku memerlukan sesuatu dan sangat tahu apa yang aku inginkan, tipe laki - laki yang banyak bertindak daripada banyak bicara. Mas Arie akan berusaha memberikan yang terbaik untuk ku, bukan maksud lebay, tetapi memang itulah faktanya, ketika dia melihat ku lelah seharian bekerja sampai aku ketiduran dan meninggalkan rendaman cucian, mas Arie gak segan - segan untuk mencuci bahkan menjemurnya. Ketika liburan di tempat ku bekerja tiba dan aku mulai merasa bosan di rumah, dia segera mencarikan ku modem internet tanpa perlu aku merengek - rengek memintanya.
Tulisan ini aku buat ketika temanku sedang giat mengirimkan aku sms, yang berisi curhatan tentang bagaimana saat ini dia merasa sangat stres berada di dalam keluarganya, membaca sms dari teman tentang kesemrawutan keluarganya, sebetulnya menjadi bahan untuk ku sendiri berkontemplasi. Betapa bersyukurnya aku memilikinya.
Mas,
ditengah keterbatasan ku, keterbatasanmu, keterbatasan kita
berada disampingmu adalah sesuatu yang luar biasa


saat dirimu menatap mataku dengan lembut
seakan berkata bahwa cintamu merupakan mahakarya indah penuh makna
yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
hanya bisa dirasakan dengan hati yang terdalam
De…
kau mampu memberiku warna yang berbeda di setiap sisi lemahku…
membuatku tertawa, tersenyum, dan lebih semangat menjalani hari-hariku bersamamu
kau juga memberiku rasa tenang, damai, dan juga cinta disampingmu
dengan segala kekuranganku
kau memang spesial di hatiku…
kau juga inspirasi di setiap langkah-langkahku…
De…
kau sungguh membuatku bersyukur karena memilikimu,
memberi sejuta rasa untuk menghargai cinta dan indahnya kehidupan
Ini adalah puisi yang suami kirimkan untuk ku via facebook massage dua tahun yang lalu. Pertama kali membaca puisi ini air mata saya berurai tak terbendung. Perasaan haru, senang, suka , ga percaya (karena dia bukan tipe lelaki pengirim puisi) jadi satu saat itu.
Dan benar saja, ketika kutanyakan langsung kepadanya ternyata itu adalah puisi yang dia dapat dari internet, dan dia edit, namun tambahnya secara keseluruhan puisi itu benar - benar menggambarkan isi hatinya. Haha, mas ku terimakasih, aku tidak melihat bagaimana cara kamu membuatnya tetapi bagaimana niatmu untuk membahagiakan aku.
Arie S Budianto, itu nama suamiku. Pria yang menikahiku 2,5 tahun yang lalu, proses pernikahan kami berlangsung begitu cepat sampai kurasakan saat itu mungkin memang dia laki - laki yang Allah kirim untuk menjadi qowam ku di dunia. Mas Arie -begitu aku memanggilnya- adalah tipe laki - laki yang tidak banyak bicara, tidak pandai menyampaikan perasaan melalui tulisan ataupun lewat ucapan. Tetapi Begitu cekatan ketika ku memerlukan sesuatu dan sangat tahu apa yang aku inginkan, tipe laki - laki yang banyak bertindak daripada banyak bicara. Mas Arie akan berusaha memberikan yang terbaik untuk ku, bukan maksud lebay, tetapi memang itulah faktanya, ketika dia melihat ku lelah seharian bekerja sampai aku ketiduran dan meninggalkan rendaman cucian, mas Arie gak segan - segan untuk mencuci bahkan menjemurnya. Ketika liburan di tempat ku bekerja tiba dan aku mulai merasa bosan di rumah, dia segera mencarikan ku modem internet tanpa perlu aku merengek - rengek memintanya.
Tulisan ini aku buat ketika temanku sedang giat mengirimkan aku sms, yang berisi curhatan tentang bagaimana saat ini dia merasa sangat stres berada di dalam keluarganya, membaca sms dari teman tentang kesemrawutan keluarganya, sebetulnya menjadi bahan untuk ku sendiri berkontemplasi. Betapa bersyukurnya aku memilikinya.
Mas,
ditengah keterbatasan ku, keterbatasanmu, keterbatasan kita
berada disampingmu adalah sesuatu yang luar biasa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar